Rilis kasus perampokan di angkot Jakarta utara berujung maut. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Kronologi Penodongan di Angkot yang Berujung Tewasnya Kurniasih

Estimasi Baca:
Senin, 25 Jun 2018 17:40:46 WIB

Kriminologi.id - Penodongan hingga berujung tewas terhadap wanita bernama Asih Kurniasih di angkutan kota atau angkot dilakukan secara berkomplot. Para pelaku diketahui berjumlah tiga orang. Mereka antara lain bernama Erlangga, Adi dan Dimas. Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku mempunyai peran berbeda-beda. 

Kapolsek Koja, Komisaris Pol Efendi, menjelaskan kronologi penodongan hingga berujung korban Asih Kurniasih tewas. Peristiwa bermula ketika pelaku Erlangga selaku sopir menarik angkot M 30 jurusan Tanjung Priok-Pulogadung pada Sabtu, 23 Juni 2018. 

“Pelaku (Erlangga) mengendarai angkotnya dari Tanjung Priuk. Ketika di depan Mall Kelapa Gading naiklah satu tersangka (Adi). Kemudian angkot berbalik arah kembali ke Tanjung Priok, tidak meneruskan ke Pulogadung,” kata Efendi di Koja, Jakarta Utara, pada Senin, 25 Juni 2018.

Selanjutnya, kata Efendi, kedua pelaku yakni Erlangga dan Adi yang kini buron menjemput pelaku lainnya bernama Dimas saat berbalik arah ke Tanjung Priok. Sama seperti Adi, pelaku Dimas sampai kini juga masih buron. Ketiganya bersepakat melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan penodongan. 

“Kemudian mereka ada kesepakatan dengan istilahnya 'ayo mencari kijang', sehingga bekerja samalah mereka antara lain pengemudi, pelaku A maupun D untuk melakukan tindak kejahatan,” ujarnya.

Setelah ketiganya sepakat, mobil pun kembali melaju dari Tanjung Priok ke arah Pulogadung. Sembari angkot terus berjalan, Dimas dan Adi mulai mengintai satu-persatu setiap penumpang yang masuk ke dalam angkot yang mereka tumpangi untuk dijadikan korban. 

Penumpang pertama yang masuk ke dalam angkot yaitu Asih Kurniasih. Wanita berusia 32 tahun itu naik di jalan depan Pasar Permai, Jakarta Utara. Penumpang kedua dan ketiga kemudian naik di depan BRI Polres Jakarta Utara. 

Setelah mengangkut penumpang terakhir, ketiga pelaku mulai melancarkan aksinya. Pelaku Erlangga mulai memacu angkot yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi. Agar lajunya tak terkendala, ia menerobos jalur busway. Di saat yang sama, Adi dan Dimas mulai merogoh kantong korban Asih Kurniasih.

Ketika itu, kata Efendi, sempat terjadi keributan kecil antara Asih dengan Adi dan Dimas saat penodongan berlangsung. Karena panik, Asih yang duduk di dekat pintu langsung lompat dari mobil. Nahas, saat melompat Asih terjatuh. Kepalanya membentur aspal. Ia pun tewas seketika. Saat divisum, ditemukan luka pada korban di bagian kepala, wajah, tangan dan kakinya.

"Barang korban tidak ada yang hilang, masih utuh semua seperti cincin, tas dan barang lainya," kata Effendi.

Sesaat setelah kejadian, Dimas dan Adi langsung melarikan diri. Sedangkan Erlangga diamankan di lokasi kejadian di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara di hari yang sama, Sabtu, 23 Juni 2018. Atas perbuatannya, Erlangga dijerat Pasal 365 KUHP Jo Pasal 53 KUHP Subsidar Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. TD

Reporter: Walda Marison
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500