Laura Wanita yang Dibunuh di Gambir, Ternyata Anak Pengusaha Konveksi

Estimasi Baca :

Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Tidak banyak yang mengetahui, bahwa Laura tewas di tangan calon suaminya sendiri, Stefanus. Berdasarkan cerita warga sekitar, Yanto, Laura merupakan sosok yang cukup tertutup dan jarang pulang ke rumahnya.

Yanto merupakan warga yang cukup mengenal Laura. Kepada Kriminologi.id, Yanto menceritakan sosok Laura. Yanto kerap memanggil Laura dengan sebutan mbak Lola atau Non Lola.

"Kalau non Lola sih orangnya baik, kadang ngasih buat ngopi. Kalau dia lagi di sini tuh ya paling bentar-bentar, abis itu pergi lagi, pulangnya kadang malam banget. Tapi kalau lagi ketemu sama saya, dia juga negor, kalau lagi enggak ada orang di rumahnya kadang saya yang bukain pager," ujar Yanto di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Mei 2018.

Yanto menceritakan, Laura merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak kandungnya yang pertama menikah dan tinggal di Australia. Sementara itu, kakak kandung keduanya, Boni, tinggal bertiga dengan Laura dan ayahnya, Hartanto di Jalan Alaydrus, Nomor 69, RT 02/02, Petojo Utara, Jakarta Pusat.

"Nama bapaknya Hartanto, pengusaha penjual mesin-mesin buat konveksi. Kantornya di sana di Jalan Gajah Mada, deket Harmoni. Biasanya, pak Hartanto berangkat jam 9 pagi diantar sopirnya, pulang paling telat jam 7 malam. Nah, kalau non Laura bangunnya sering siang, itu juga enggak langsung ke luar rumah, ke luar paling nyuruh saya beli rokok. Non Laura mainnya malam, kadang dijemput sama cowoknya," ujar Yanto.

Kapolsek Tambora Iver son Manossoh mengungkapkan, Laura dan Stefanus akan menikah pada Agustus mendatang. Bahkan keduanya sudah melakukan foto pra-wedding pada 2 Mei kemarin.

"Rencana menikah kan nanti pada bulan Agustus. Mereka sudah melaksanakan pra-wedding pada hari Rabu, 2 Mei 2018, tepat sehari sebelum calon istrinya dibunuh oleh calon suaminya," kata Iverson kepada Kriminologi.id, Minggu, 6 Mei 2018.

Ia menjelaskan, sebelum tewas dibunuh dan dibakar, Laura dan Stefanus terlibat cekcok mulut. Permasalahan utama keduanya ribut adalah Laura yang menuding keleuarga Stefanus tidak ikut andil dalam pendanaan rencana pernikahan keduanya.

"Karena biaya pernikahan Rp 250 juta seluruhnya ditanggung pihak keluarga perempuan. Korban (Laura) sebagai pihak perempuan terus-terusan menyinggung masalah tersebut sehingga tersangka (Stefanus) sebagai calon suami membunuhnya," katanya.

Pembunuhan itu terjadi saat keduanya cekcok mulut. Saat itu, Laura marah besar terhadap Stefanus. Tak mampu membendung emosi, Laura beranjak ke kamarnya dan menodongkan pisau.

Di hadapan Stefanus, Laura mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu membuat emosi Stefanus ikut tersulut. Akhirnya, ia merebut pisau dari genggaman pacarnya lalu menusuknya hingga tewas.

Belum puas setelah menusuk calon istrinya, Stefanus juga membakar mayat Laura. Setelah membakarnya, Stefanus membuang mayat Laura di pesisir pantai Desa Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian. 

Laura (41) tewas dibunuh calon suaminya sendiri Stefanus (25) di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 Mei 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat Lauraa yang bersimbah darah ini dibakar lalu dibawa menggunakan mobil pribadinya ke Pantai Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.  DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Wanita Laura Wanita yang Dibunuh di Gambir, Ternyata Anak Pengusaha Konveksi

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu