Ilustrasi--Lokasi pelecehan seksual di Jalan Kuningan Datuk, Beji, Depok, (17/01/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Mahasiswi Berhijab Alami Pelecehan Seksual Saat Jalan di Gang Sempit

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Jul 2018 16:35:59 WIB

Kriminologi.id - Mahasiswi perguruan tinggi swasta ternama di Depok mengalami pelecehan seksual saat melintas di gang sempit tepatnya Gang Swadaya 2, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Minggu, 15 Juli 2018 pagi. 

Wanita yang mengenakan hijab ini dilecehkan seorang pengendara motor dengan memeras payudaranya saat pagi hari. Aksi pelecehan itu dialami dua kali oleh pengendara yang sama.  

Adalah ATN (20) mahasiswi yang saat insiden itu tak berdaya karena membawa boks berisi donat pesanan pelanggannya. ATN adalah mahasiswi yang berbisnis dengan jualan donat. 

"Awalnya, saya waktu itu berangkat jualan karena dapat pesanan kue donat lumayan banyak, untuk efisiensi waktu saya keluarnya pagi sekitar pukul 05.56 WIB," ujar ATN di kosannya, seperti dilansir RRI.co.id, Selasa, 17 Juli 2018

Menurut ATN, rute jalan untuk berjualan biasanya memutar menuju Gang Swadaya II. Gang itu berukuran kecil hanya cukup dilewati satu motor saja.

Saat melewati gang tersebut, dirinya melihat ada pemotor yang hendak melintas dari arah berlawanan.

"Biasanya di situ sudah rame orang lalu-lalang, tapi waktu itu sepi banget sampai akhirnya ada orang naik motor di depan dari arah berlawanan," ujarnya.

Lantaran ukuran gang yang sangat sempit, kata ATN, dirinya membawa boks berisi donat yang lumayan berat sehingga dirinya memilh mengalah dan membiarkan pemotor tersebut melintas. 

Hanya saja, dirinya terus melangkah perlahan-lahan. Begitu berpapasan, pengendara motor itu sempat berhenti. 

"Saat mendekat tepat di samping saya, tangan kirinya gerak ke dada saya dan terasa meremas. Saya kaget, saya nengok lalu ngeliatin dia," terangnya.

ATN melanjutkan, saat itu dirinya hanya bisa diam tertegun sambil memandang mata pria bermotor tersebut sambil berlalu keluar gang, usai melakukan aksi bejatnya.

"Saya bengong, diam dan takut tapi saya mencoba menahan diri dan melanjutkan berjalan kaki," ungkap mahasiswi Universitas Gunadarma ini.

Namun pelecehan itu tak berhenti. Pengendara motor tak dikenal tersebut kembali masuk ke gang untuk kedua kalinya dan menghampiri dirinya. 

Pada pertemuan keduanya, pelaku pelecehan seksual itu sempat bertanya kepada korban soal berapa harga dagangan donatnya.  

ATN pun merespons dengan santun layaknya seorang pedagang melayani pembelinya dengan sama sekali tak menaruh curiga.

"Saya jawab Rp 2000, lalu dia ngeremes lagi dada saya sebelah kanan, sambil jalan lagi ke depan. Saya kaget banget," paparnya. 

Aksi kedua kalinya ini membuat ATN berang. Ia sempat menghardik pengendara motor tersebut begitu berpapasan untuk ketiga kalinya. Gadis yang masih berkuliah semester enam ini sempat menghardik. Akan tetapi, sang pelaku bergeming. 

"Dia menjawab udah diem bentar aja sambil membuka resleting celananya lalu mengeluarkan kemaluannya," paparnya.

ATN sempat melawan dan hendak kabur namun, karena kondisi jalan sempit dan dirinya juga dalam keadaan terjepit akhirnya gadis malang itu tak bisa berbuat apa apa. 

Bahkan, pelaku sempat menganiaya korban dengan memukul kepalanya saat hendak kabur. Pelaku juga mengancam akan menghabisi nyawanya.

"Waktu mau kabur, dia mukul kepala saya, sambil mengancam saya bunuh kamu gitu katanya," tandasnya.

Beruntung, ada seorang ibu rumah tangga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian keluar hingga akhirnya pria tak dikenal tersebut kabur.

"Waktu saksi keluar, dia langsung kabur," katanya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500