Suasana lokasi pembegalan payudara mahasiswi Universitas Gunadarma di Jalan Swadaya, Depok. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Mahasiswi Gunadarma Takut Berdagang Setelah Jadi Korban Begal Payudara

Estimasi Baca:
Selasa, 24 Jul 2018 18:45:18 WIB

Kriminologi.id - Mahasiswi jurusan teknik mesin Universitas Gunadarma bernama Atun mengaku takut berdagang usai menjadi korban begal payudara di Gang Swadaya, Jalan Taman Indah, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Minggu, 15 April 2018. Meski kejadian tersebut sudah berlangsung 3 bulan lalu, Atun merasa masih diselimuti rasa takut hingga kini.

“Semenjak kejadian kemarin itu, (Minggu, 15 April 2018), aku jadi takut buat lanjut dagang lagi. Takutnya dia (pelaku) lewat situ lagi,” kata Atun saat ditemui Kriminologi.id di Depok, Jawa Barat pada Selasa, 24 Juli 2018.

Atun menjelaskan, sejak menjadi korban pembegalan payudara ia baru diinstruksikan sekali mengikuti proses bimbingan konseling di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Bimbingan konseling tersebut diikutinya pada Rabu, 18 Juli 2018. 

"Baru sekali sama orang polres disuruh ikutan bimbingan konseling Waktu ke sana dianter sama saudara saya yang tinggal di Ciracas, sama ibu dosen, kepala jurusan teknik mesin, sama 2 orang temen saya," tutur Atun.

Atun menambahkan, selama mengikuti proses bimbingan konseling tersebut, ia diminta menjelaskan kronologi kejadian pembegalan payudara yang dialaminya. Atun menyampaikan hal tersebut sembari menangis terbata-bata.

“Seputar kejadian saja. Saya di situ suruh jelasin kronologinya. Namanya lagi konseling jadi saya curhat engga ada yang ditutup-tutupin sampai nangis-nangis juga, saya sampai bingung jelasinnya ke mereka,” ujarnya.

Kendati demikian, Atun menegaskan bahwa pembegalan payudara yang menimpa dirinya tidak menghalanginya untuk tetap semangat belajar dalam perkuliahannya. Meski harus bergelut dengan rasa trauma, Atun tetap giat belajar.

"Sebenernya kalau dibilang ganggu pasti iya, tapi saya tetap belajar. Tetap kerja dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah saya. Tiga hari setelah kejadian saya tetap datang ke kampus, kalau diinget-inget ya malah bikin saya takut, bikin saya menangis, tapi saya ingat juga saya harus bisa kuliah sampai lulus, karena udah janji juga sama orangtua di rumah," ujar Atun.

Sebelumnya diberitakan, Atun menjadi korban begal payudara di Gang Swadaya. Jalan Taman Indah II, Tugu, Cimanggis, Depok pada Minggu 15 Juli 2018. 

Kejadian bermula ketika seorang pria tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam tiba-tiba meremas payudara bagian kirinya. Tak tanggung-tanggung, pria tersebut melakukan aksi bejatnya sebanyak 3 kali. Puncaknya, pelaku juga memperlihatkan alat vitalnya tersebut kepada Atun. TD

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
KOMENTAR
500/500