Ilustrasi korban pemerkosaan dengan ancaman pisau di Bengkulu, Ilustrasi: Pixabay

Mahasiswi Indonesia Diperkosa, Menlu Belanda Janji Hukum Berat Pelaku

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 19:15:16 WIB

Kriminologi.id - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta pelaku pemerkosaan seorang mahasiswi Erasmus University (20) di Rotterdam, Belanda mendapat hukuman berat. Mahasiswi tersebut menjadi korban pemerkosaan pria tak dikenal (20) di depan rumahnya di Herman Bavinckstraat. 

"Menlu Retno menyampaikan keprihatinan terhadap peristiwa tersebut dan meminta agar kasus ini mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan Belanda," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Menanggapi permintaan tersebut, Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok memastikan kepolisian Belanda akan melakukan yang terbaik untuk menangkap dan menghukum pelaku. Atas kejadian ini, Blok juga menyampaikan simpati kepada korban dan keluarganya. 

Kasus ini terungkap ketika Kepolisian Belanda memberitahukan kepada KBRI di Den Haag, seorang pria berusia 20 tahun telah ditangkap sebagai tersangka pelaku, pada Rabu, 25 Juli 2018. Penangkapan tersebut dilakukan petugas setempat pada Selasa, 22 Juli 2018 malam.

Pelaku ditangkap berkat rekaman kamera pengintai alias CCTV di lokasi kejadian yang diberikan korban. Rekaman tersebut merekam adegan di jalur yang dilalui korban dari Stasiun Pusat Rotterdam ke rumahnya di Herman Bavinck-straat, Sabtu, 21 Juli 2018.

Tidak lama setelah memarkir sepedanya di dekat rumah, korban diserang kemudian diperkosa. Akibat kejadian tersebut, perempuan muda itu terluka parah dan dilarikan ke rumah sakit oleh warga sekitar. Polisi menyebut penangkapan tersangka sebagai langkah besar dalam penyelidikan yang masih berlangsung. 

Masih menurut polisi, pelaku diduga pria berkulit gelap berusia sekitar 20-an tahun, mengenakan hoodie (sweater) gelap dan mengendarai sepeda berwarna gelap. Keluarga korban kini telah tiba di Rotterdam. Polisi berupaya untuk bisa segera berbicara dengan korban yang saat ini terus didampingi KBRI Den Haag dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI).  

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500