Ilustrasi wanita korban pemerkosaan. Ilustrasi: Pixabay

Mahasiswi Indonesia Diperkosa, Wanita di Belanda Kini Ekstra Hati-hati

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 09:50:44 WIB

Kriminologi.id - Sebagian besar wanita di Rotterdam, Belanda mulai ekstra hati-hati setelah terjadinya pemerkosaan terhadap mahasiswi asal Indonesia pada Sabtu, 21 Juli 2018 di depan rumahnya yang berada di Herman Bavinckstraat.

Pemerkosaan itu kini telah menjadi bahan pembicaraan para wanita terutama para mahasiswi di universitas.

"Saya pikir banyak wanita sekarang mengalami ketakutan karena peristiwa itu masih baru-baru ini terjadi. Mereka berpikir demikian karena mereka (pelaku pemerkosaan) masih berada di jalan," kata seorang pelajar seperti diberitakan Rijnmond.nl, Rabu, 25 Juli 2018.

Pelajar lainnya mengatakan ada banyak pembicaraan tentang peristiwa pemerkosaan itu di antara mereka. 

"Saya kaget hal seperti ini bisa terjadi, terutama karena hal itu terjadi ketika hari sudah terang dan tidak ada satupun yang datang menolong. Saya merasa sedikit tidak aman saat ini, dan saya akan lebih berhati-hati," katanya.

Pelajar lain mengatakan saat ini dirinya merasa tidak aman karena ia bersepeda dengan rute yang sama seperti korban. "Saya ekstra waspada saat ini," ujarnya.

Korban pemerkosaan adalah seorang mahasiswi Indonesia yang sedang belajar di Universitas Erasmus. Usianya sekitar 20 tahun.

Menurut keterangan polisi, korban mengalami pemerkosaan yang brutal. Seorang pria tak dikenal mengikutinya ketika ia bersepeda dari Stasiun Rotterdam Central menuju rumahnya.

Saat tiba di rumahnya, ia diserang pria itu lalu diperkosa. Pelaku sempat mencekik leher korban dengan rantai sepeda.

Setelah pemerkosaan itu, korban dalam keadaan luka parah meminta tolong kepada warga yang membawanya ke rumah sakit.

Saksi mengatakan korban mengalami pendarahan. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Masih menurut polisi, pelaku diduga pria berkulit gelap berusia sekitar 20-an tahun, mengenakan hoodie (sweater) gelap dan mengendarai sepeda berwarna gelap.

Keluarga korban kini telah tiba di Rotterdam. Polisi berupaya untuk bisa segera berbicara dengan korban yang saat ini terus didampingi oleh KBRI Den Haag dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). 

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500