Ilustrasi Mayat Bayi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Malu Punya Anak, Ibu di Garut Cekik Bayi dan Bekap Pakai Celana Dalam

Estimasi Baca:
Senin, 16 Apr 2018 20:15:40 WIB
Bayi dengan jenis kelamin laki-laki tersebut, dibunuh TN dengan membekap pernapasan bayi menggunakan celana dalam bekas melahirkan bayi tersebut. Sebelum dibekap, bayinya terlebih dahulu dicekik.

Kriminologi.id - Seorang ibu di Kabupaten Garut, Jawa Barat tega membunuh bayi yang baru dilahirkannya itu beberapa jam setelah persalinan.

Kasus ini terungkap dari adanya laporan masyarakat, ada seorang ibu yang baru melahirkan, lalu membunuh bayi tersebut dengan celana dalam bekas melahirkan si bayi tersebut.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, menjelaskan kasus ini terungkap pada Kamis 12 April 2018, berkat laporan masyarakat.

"Ibu atas nama TN di Kampung Cibancong, Desa Cimahi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut melakukan pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkannya. Kejadian ini berada di perbatasan Garut dan Cianjur," katanya kepada Kriminologi.id, Senin, 16 April 2018 malam.

Ia menambahkan, dari hasil penyelidikan menyebutkan aksi pembunuhan terhadap bayi dilakukan karena malu.

"Pengakuannya karena malu, hasil dari hubungan terlarang dengan kekasihnya," ujarnya.

Bayi dengan jenis kelamin laki-laki tersebut, dibunuh TN dengan membekap pernapasan bayi menggunakan celana dalam bekas melahirkan bayi tersebut.

"Kejadian di rumah pelaku. Proses melahirkan bayi dilakukan sendiri di kamar mandi rumah pelaku. Sebelum dibekap, bayi tersebut dicekik terlebih dahulu," katanya.

Usai membunuh bayi tak berdosa tersebut, pelaku lalu memasukan jasad bayi ke dalam plastik warna hitam yang sudah disiapkan.

"TN lalu membuang bayi ini ke sungai Cilaki, yang berada di perbatasan Garut-Cianjur. Aksi TN ini pun diketahui warga, lalu melaporkan ke Polisi," paparnya.

TN kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadisnya tersebut.

"Kami sudah amankan ibu bayi, kami akan lakukan pemeriksaan psikologis kepada yang bersangkutan, serta mencari kekasihnya untuk mendengar keterangan terkait kasus pembunuhan terhadap bayi," paparnya.

Pelaku TN dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

"Untuk ancaman terhadap TN, penjara maksimal hingga 20 tahun," pungkas mantan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Jabar ini.

 DM
KOMENTAR
500/500