Kediaman ibu Barjo di Jalan Teluk Jakarta, Kompleks TNI AL Rawa Bambu, Jakarta Selatan yang menjadi lokasi pemerkosaan asisten rumah tangga berinisial M (35). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Marwah, Korban Pemerkosaan di Kompleks TNI AL Dikenal Pendiam

Estimasi Baca:
Kamis, 31 Mei 2018 15:15:43 WIB

Kriminologi.id - Hingga saat ini, belum ada yang tahu banyak tentang sosok Marwah (35) asisten rumah tangga (ART) di kediaman ibu Barjo yang berlokasi di Jalan Teluk Jakarta, Nomor 5, RT 06/08, Kompleks TNI AL Rawa Bambu, Jakarta Selatan.

Hal tersebut dikarenakan Marwah merupakan pengurus rumah yang belum lama bekerja, setidaknya dibandingkan dengan rekannya, Fatimah yang bekerja di tempat yang sama.

Hal tersebut disampaikan Sumiati, seorang asisten rumah tangga di salah satu rumah di Kompleks TNI AL Rawa Bambu. Kriminologi.id menemuinya ketika Sumiati sedang belanja sayuran pada Parlan.


"Mpok Marwah sama Imah (Fatimah) itu sama-sama dari Lampung. Yang duluan kerja di rumahnya ibu Barjo ya si Imah, dia udah 4 tahun, kalau mpok Marwah dia baru 8 bulan. Kayaknya si Imah yang ngajak mpok Marwah buat kerja di situ," tutur Sumiati kepada Kriminologi.id, di lokasi, Kamis, 31 Mei 2018.

Sumiati menambahkan, Marwah sendiri berstatus sudah menikah. Di saat Marwah bekerja di rumah ibu Barjo, suami dan kedua anaknya tinggal di kampung halaman.

"Kalau setahu saya mpok Marwah sih aslinya orang Tegal, suaminya juga orang sana. Tapi mereka sudah lama tinggal di Lampung, sudah jadi orang sana. Anaknya sudah 2 tapi masih kecil-kecil, tinggal di kampung (Lampung) sama suaminya. Jadi ibunya yang kerja, anaknya bareng bapak di Lampung," tutur Sumiati.

Mengenai sosok Marwah, Sumiati menjelaskan bahwa ia merupakan pribadi yang cukup tertutup.

"Saya engga bisa mastiin jiga sih, dia itu emang pendiam, polos. Mungkin karena belum lama juga dia di sini, tapi emang setahu saya dia itu pendiam," tukas Sumiati.

Sementara itu, Parlan menambahkan, di antara dua ART di kediaman ibu Barjo, orang yang lebih sering berbelanja sayuran kepadanya adalah Fatimah.

"Yang serimg belanja ke saya itu si Imah, kalo Marwah jarang. Pernah juga beberapa kali belanja sayuran ke saya, tapi dia jarang ngobrol. Kalau pas yang belanja giliran si Imah baru saya ngobrol sama dia. Kalau Marwah, tiap disuruh belanja, cuma datang beli bayar sudah, enggak banyak omong," kata Parlan.

Ketika pertama kali bekerja pada ibu Barjo, Parlan menceritakan, suami dan kedua anak Marwah ikut mengantarkan.

"Dulu suami sama anak-anaknya pernah ke sini, pas pertama kerja di bu Barjo. Kan harus ada yang bantuin buat pindah-pindahannya. Kalau diangkut sendiri ya repot. Pas nganterin dia, suami sama anak-anaknya juga sempet nginep, enggak nyampe 3 hari pulang lagi, pungkas Parlan.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500