Dok. Asiroh Nasution. Foto: Facebook

Mayat Wanita Tanpa Celana Dalam Ternyata Pegawai TU SMPN 1 Serbajadi

Estimasi Baca:
Senin, 2 Apr 2018 14:37:46 WIB

Kriminologi.id - Mayat wanita yang ditemukan terlentang tanpa celana dalam itu ternyata Asiroh Nasution (36), seorang pegawai tata usaha/operasional di SMP Negeri 1 Serbajadi, Serdang Berdagai (Sergai), Sumatera Utara.

Sebelumnya, sempat beredar kabar kalau korban pembunuhan ini merupakan guru di SMP tersebut. Status sebagai pegawai tata usaha/ops itu ditulis Asiroh pada Facebook pribadinya Asiroh Nasution. 

Lulusan Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta itu ditemukan di kamarnya Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi bersimbah darah dengan posisi pisau masih menempel di leher korban. Kuat dugaan Asiroh merupakan korban pemerkosaan sebelum dibunuh. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Sergai, Suriadi, yang memastikan kalau korban bukan guru melainkan operator di SMP Negeri 1 Serbajadi. 

Namun pihaknya belum mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami Asiroh. Hanya saja, berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pendidikan korban tewas karena dibunuh di dalam rumah.

"Anggota sudah turun ke lokasi rumah korban," ujar Suriadi seperti dilansir gosumut.com, Senin, 2 April 2018.
 
Asiroh ditemukan di dalam kamarnya dalam posisi telentang tanpa mengenakan celana dalam. Pada baju dan lehernya penuh darah. 

Asiroh Nasution (36) tinggal seorang diri di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Sergai. Ia bekerja sebagai operator di SMP Negeri 1 Serbajadi. Mayat Asiroh pertama kali ditemukan tetangganya yang curiga melihat rumahnya dalam keadaan tertutup.

Terungkapnya peristiwa pembunuhan yang diawali pemerkosaan itu berawal dari kecurigaan 
Yus Elita boru Purba (52) tetangga korban, Senin, 2 April 2018. Yus curiga karena tak biasanya pintu rumah Asiroh masih tertutup rapat pagi hari. 

Karena merasa janggal, Yus menghubungi nomor telepon tetangganya itu. Akan tetapi, upayanya untuk menelusuri kejanggalannya itu menemui jalan buntu. Telepon Asiroh tak diangkat. 

Yus pun berinisiatif masuk ke dalam rumahnya. "Gitu kami lihat korban tegeletak dalam kamar dengan darah dibaju dan lehernya,” ujar Yus.

Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Iptu D Sitepu, mengatakan pihaknya mengetahui peristiwa pembunuhan setelah mendapatkan kabar dari warga seputar kasus pembunuhan Asiroh Nasution. Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. 

"Dari olah TKP ada dugaan korban sebelum dibunuh terlebih dahulu diperkosa, karena saat itu korban tidak menggunakan celana dalam,” ujarnya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500