Ilustrasi pemerkosaan. Ilustrasi: Ist/Kriminologi.id

Modus Tawarkan Kerja, Calo Aniaya dan Perkosa Gadis Asal NTT

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 19:50:10 WIB

Kriminologi.id - Seorang wanita muda asal Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur berinisial MN (23), kritis akibat dianiaya oleh seorang calo kerja. Penganiayaan itu diderita MN karena menolak saat diajak berhubungan badan.

Peristiwa penganiayaan itu terjadi di lokasi penampungan kerja milik BB yang berlokasi di belakang gedung Keuangan, Wali Kota, Kota Kupang.

Seperti dilaporkan media lokal, MN terpaksa pulang ke kampung halamannya karena tak tahan disiksa pelaku yang berasal dari Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT. Penyiksaan terjadi setiap kali MN menolak ajakan MK untuk berhubungan badan di tempat penampungan tersebut.

"Hampir seluruh tubuh saya penuh luka memar. Yang paling sakit yakni di tulang paha dan kepala karena sering ditendang dan dibenturkan di tembok setiap kali saya menolak ajakan pelaku. Kejadian itu sejak bulan Mei 2018," ujar MN seperti dikutip media setempat, Kamis, 9 September 2018.

MN mengatakan sejak lulus dari SMA, dia hendak melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi. Namun kendala ekonomi membuat ia mengurungkan niatnya.

Gadis itu pun memutuskan mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarganya. Ia kemudian bekerja di sebuah koperasi harian dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk melanjutkan studi di PT.

Petaka itu muncul kala MN bertemu MK yang mengajaknya untuk bekerja di Jakarta dengan tawaran gaji Rp 3 juta per bulan. MN lalu memutuskan kontrak kerja di koperasi harian dan mengikuti ajakan MK ke Jakarta.

MN mengatakan, selama berkomunikasi dengan MK, dia sama sekali tak menaruh curiga lantaran pelaku cukup baik. Apalagi istri MK juga berasal dari desa tetangga di kampungnnya. Saat tiba di Kupang, MN ditempatkan di rumah penampungan milik BB. Di sana MN bertemu dengan beberapa calon tenaga kerja wanita (TKW) lainnya.

"Saat saya tiba di rumah itu, sudah ada beberapa perempuan yang katanya mereka akan bersama-sama ke Jakarta,” tutur MN.

Namun, setelah beberapa hari di rumah BB, MN mengatakan tak ada tanda-tanda dirinya akan diberangkatkan ke Jakarta. Dia mengatakan perlakuan MK justru mulai berubah.

Suatu hari ia diajak berhubungan badan namun ditolaknya keras. Namun MK terus mengancam hingga ia terpaksa memenuhi keinginan pelaku. MN mengatakan, kejadian itu kerap berulang yang disertai penganiayaan jika ia menolak ajak MK.

"Saya sempat minta tolong, namun orang-orang di rumah itu tidak pernah menolong saya. Bahkan mereka nonton apa yang dilakukan MK," katanya.

Hingga suatu hari ia memutuskan pulang ke kampungnya di Nagekeo pada Juni 2018, karena tak kuat menahan rasa sakit akibat dianiaya MK.

Kasus ini sudah resmi dilaporkan ke polisi. Kanitres Polsek Boawae, Bripka Ryo Maure membenarkan hal itu dan mengaku kalau kasusnya sedang dalam proses. Ryo menjelaskan bahwa karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kupang, maka kasus itu akan dilimpahkan ke Polresta Kupang.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500