Dok. Asiroh Nasution. Foto: Facebook

Motif Pembunuhan Sadis Asiroh Nasution di Sergai, Murni Pemerkosaan

Estimasi Baca:
Minggu, 8 Apr 2018 06:00:14 WIB

Kriminologi.id - Motif pelaku pembunuhan sadis Asiroh Nasution, wanita tewas tanpa celana dalam di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, karena pemerkosaan.

Pelaku tega menghabisi nyawa pegawai tata usaha SMPN 1 Serbajadi, Kabaten Serdang Bedagai (Sergai) itu dilatarbelakangi pemerkosaan. 

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, mengatakan motif dari pembunuhan ini adalah murni pemerkosaan disertai pembunuhan. 

"Motifnya pemerkosaan karena kami temukan sperma pada korban," ujar AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Sabtu, 7 April 2018.  

Adalah PS, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Sergai di lapangan Taman Rimba eks lokasi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke-47 di Kabupaten Batanghari, Jambi, Jumat, 6 April 2018. 
  
"Pelaku kami tangkap di eks lokasi MTQ Jambi, bukan di rumah," ujar AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Sabtu, 7 April 2018. 

Arman menambahkan, PS merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan Asiroh Nasution, pegawai Tata Usaha yang merangkap guru Tikom SMPN 1 Serbajadi itu. Namun, Arman belum bisa menjelaskan tentang hubungan pelaku dengan korban. 

"Saya belum dapat laporan rincinya dari Kasat Reskrim," ujar Arman. 

Sehari sebelumnya, Arman juga telah mengirimkan sinyal positif saat ditanya perkembangan kasus pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution, pegawai Tata Usaha SMPN 1 Serbajadi yang ditemukan tewas di kamarnya tanpa mengenakan celana dalam.

Hanya saja, saat itu Arman mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku dan lokasi persembunyiannya di daerah Jambi. 

Arman sama sekali enggan membocorkan identitas pelaku dan lokasi persembunyiannya. Ia hanya menyatakan dengan bahasa diplomatis saat ditanya pelaku telah ditangkap.

"Pelakunya tunggal dan tim sudah meluncur ke Jambi untuk memburu pelaku. Semoga segera mendapatkan kabar baik," ujar Arman.  

Ini rangkuman sekilas tentang kasus Asiroh Nasution; 

1. Kecurigaan Tetangga dengan Rumah Korban

Terungkapnya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Asiroh Nasution berawal dari kecurigaan Yus Elita boru Purba (52) tetangga korban dengan kondisi rumah korban.

Biasanya, pagi-pagi sang tetangga itu sudah membuka pintu rumah. Lantaran merasa janggal dan tak biasa, Yus berinisiatif mencari jalan lain untuk memenuhi rasa penasarannya itu. 

2. Hubungi Telepon Genggamnya

Lantaran curiga, Yus berinisiatif menghubungi tetangga rumahnya itu dengan menghubungi telepon genggamnya. Setelah Handphone (Hp) digenggaman tangan, ia menghubungi nomor Asiroh tetangganya itu. 

Namun beberapa kali panggilan dilakukan, Asiroh tak kunjung menjawab. Nada suara terhubung yang terdengar dari Hp-nya tak juga mendapat respons.

Hal ini yang membuat Yus semakin penasaran dengan tetangganya itu. Hingga akhirnya, Yus memberanikan diri masuk ke dalam rumah Asiroh.   

3. Bersimbah Darah dan Tanpa Celana Dalam

Langkah Yus saat masuk ke rumah tetangganya itu sedikit berat. Apalagi begitu masuk ke ruang tengah, kondisi kosong tak terlihat sang penghuni. 

Dirinya baru dikejutkan saat membuka pintu kamar Asiroh. Tak disangka sama sekali, Yus melihat tetangganya yang dikenal ramah itu terlentang di kasur dengan kondisi mengenaskan. 

Darah segar di baju dan lehernya masih terlihat jelas. Asiroh terlentang di kasur tanpa mengenakan celana dalam. Mengetahui tetangganya menjadi korban pembunuhan, Yus pun segera melaporkan ke warga yang meneruskan ke polisi setempat. 

4. Pegawai TU SMPN 1 Serbajadi

Asiroh Nasution adalah pegawai Tata Usaha dan Ops SMPN 1 Serbajadi. Hal ini tertulis dari media sosial Facebook pribadinya Asiroh Nasution.

Sebelumnya lulusan Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta ini disebut-sebut bukan guru, melainkan tenaga operasional. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Sergai, Suriadi, yang memastikan kalau korban bukan guru melainkan operator di SMP Negeri 1 Serbajadi. Namun pihaknya belum mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami Asiroh.

5. Korban Diperkosa Sebelum Dibunuh

Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Iptu D Sitepu, mengatakan dugaan kuat korban diperkosa sebelum dibunuh. Hal ini berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Indikasi kuat korban diperkosa adalah saat ditemukan tanpa celana dalam dan ada sperma. 

"Dari olah TKP ada dugaan korban sebelum dibunuh terlebih dahulu diperkosa, karena saat itu korban tidak menggunakan celana dalam,” ujar D Sitepu. 

6. Banjir Doa Terakhir dari Kerabat dan Murid 

Banjir doa dan ucapan belasungkawa dari rekan dan murid di sekolah mengiri kepergian Asiroh Nasution. Siswa SMPN 1 Serbajadi tidak menyangka kalau sang guru pergi secepat itu. 

Ucapan belasungkawa itu ditemukan setelah Kriminologi.id menelusuri jejaring sosial Facebook sejumlah murid, kolega serta kerabat Asiroh,  Senin, 2 April 2018. 

"Selamat jalan yah ibuk Asiroh Nasution Gk nyangka ibuk pergi secepat ini buk . Semoga amal ibadah ibuk diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa. Tenang dialam sana buk,” tulis Rosenita Purba di akun Facebooknya.

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500