Dok. Asiroh Nasution. Foto: Facebook

Pelaku Pembunuhan Asiroh Nasution, Kapolres: Aktornya Tunggal

Estimasi Baca:
Jumat, 6 Apr 2018 13:35:31 WIB

Kriminologi.id - Pelaku pembunuhan Asiroh Nasution, wanita tewas tanpa celana dalam di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, telah dikantongi identitasnya. Polisi menduga pelaku pembunuh pegawai Tata Usaha (TU) SMPN 1 Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai, itu dilakukan oleh satu orang. 

Asiroh Nasution ditemukan tewas dalam kamar rumahnya, di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, Senin, 2 April 2018.  

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, mengatakan pelaku pembunuhan Asiroh Nasution dilakukan oleh satu orang. Namun dirinya belum mau membeberkan identitas pelaku yang telah dikantonginya itu. 

"Kasus wanita yang ditemukan tewas di Sergai itu pelaku tunggal," ujar AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu kepada Kriminologi.id, Jumat, 6 April 2018. 

Arman menambahkan pihaknya telah meluncurkan tim untuk memburu pelaku tunggal itu ke pesisir timur bagian tengah Pulau Sumatera, yakni di daerah Jambi. 

"Tim sudah meluncur ke Jambi untuk memburu pelaku," ujar Arman.

Kriminologi.id merangkum sepintas upaya polisi mengungkap kasus pembunuhan Asiroh Nasution sebagai berikut; 

1. 2 April 2018, Informasi Wanita Tewas Tanpa Celana Dalam

Informasi pertama diperoleh polisi terkait penemuan mayat wanita tanpa celana dalam di Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara. Di lokasi kejadian, mayat wanita dalam kondisi mengenaskan, yakni baju dan leher berlumuran darah. 

Wanita yang belakangan diketahui bernama Asiroh Nasution itu terlentang di atas kasur tanpa mengenakan celana dalam. Di lokasi kejadian, ditemukan senjata tajam pisau masih menempel di leher korban. 

2. Polisi Olah Tempat Kejadian Perkara

Berbekal informasi itu, polisi meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan uji silang terkait info tersebut. Setiba di lokasi, polisi langsung melakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP). 

Yakni, mengamankan lokasi kejadian perkara agar utuh dan tidak rusak, yakni dengan mensterilkan TKP dari warga sekitar. Setelah steril, petugas memasang garis polisi sebagai tanda daerah terlarang bagi warga atau siapapun untuk masuk ke area lokasi kecuali petugas. 

3. Proses Identifikasi Jasad Wanita 

Setelah steril, petugas tim identifikasi Satuan Reserse Kriminal Polres Serdang Bedagai (Sergai) melakukan identifikasi jasad wanita yang tewas di dalam kamar tersebut. 

Proses identifikasi itu biasanya dengan melakukan sidik jari korban, serta menyusuri jejak pelaku. Barang bukti yang berada di sekitar lokasi pun ikut dibawa ke Mapolres untuk diselidiki. Pada kasus Ansori Nasution, polisi membawa baju dan sampel bekas sperma yang menempel di tubuhnya untuk diuji di laboratorium. 

4. Pemeriksaan Saksi Mata

Setelah penyisiran di lokasi kejadian, polisi mencari saksi-saksi untuk mengumpulkan bahan keterangan terkait peristiwa tersebut. 

Saksi mata yang dimintai keterangan itu, adalah warga sekitar yang melihat, mendengar dan mengetahui kejadian tersebut. Selain itu, pihak internal keluarga korban pun biasanya dimintai keterangan. 

Hasil dari keterangan para saksi itu, nantinya akan dipelajari yang dicocokkan dengan temuan di lapangan. 

5. Kejar Pelaku 

Hasil olah TKP dan bahan keterangan saksi itu yang biasanya digunakan untuk menentukan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Hasil kombinasi data itu yang menjadi bekal polisi untuk mencari atau mengejar pelaku. 
     
"Tim sudah meluncur ke Jambi, dan kami belum bisa menjelaskan pada media. Mohon doanya saja, semoga kabar baik segera datang," ujarnya.

 MSA
KOMENTAR
500/500