Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Pelecehan Meningkat, Komnas Perempuan: Terbentur Budaya Tabu

Estimasi Baca:
Minggu, 5 Ags 2018 22:55:44 WIB

Kriminologi.id - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan menyebutkan tindak kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Faktor yang memegaruhinya adalah buruknya pendidikan seksual di masyarakat.

"Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kekerasan seksual yaitu tidak adanya pendidikan tentang itu (pendidikan seksual)," ucap Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny Aryaniy, pada acara Media Briefing Aliansi Keadilan untuk Korban Perkosaan "Jangan Hukum Korban Perkosaan", di Jakarta, Minggu, 5 Agustus 2018.

Venny menjelaskan, pendidikan terkait seksual masih minim dilakukan di kalangan masyarakat Indonesia. Tak heran, banyak para pelaku kekerasan seksual tak memikirkan dampak yang terjadi terhadap korban.

Berdasarkan data Komnas Perempuan, terkuak orang terdekat yang seharusnya menjadi benteng terakhir justru menjadi pelaku pelecehan lantaran tak mendapatkan pendidikan seksual.

Dengan kurangnya pendidikan tentang seksual di masyarakat, maka anak, remaja hingga pria dewasa saat ini bisa menjadi para pelaku tindak pelecehan seksual.

"Pendidikan seksual itu penting karena secara sadar atau tidak sadar mereka mengetahui adanya batasan-batasan terkait seksual," kata Venny.

Meski demikian, Venny mengatakan, untuk menekan angka pelecehan seksual di masyarakat,  pihaknya berusaha mensosialisasikan tentang Hak Asasi Manusia atau HAM berbasis gender.

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/komisioner-komnas-perempuan-adriana-venny-1533467050.jpg

Sosialisasi itu dilakukan melalui pendidikan di sekolah. Namun, sayangnya, upaya itu dinilai kurang efektif lantaran terbentur dengan budaya di indonesia yang mengganggap pendidikan tentang seks adalah hal tabu.

"Kita sudah berkoordinasi dengan menteri pendidikan untuk menyelipkan pendidikan tentang seksual tapi karena budaya di Indonesia yang menganggap pendidikan seksual hal yang tabu jadi kita kesulitan," kata Venny.

Berdasarkan Catatan Tahunan atau Catahu Komnas Perempuan per awal Maret 2018, terungkap, pelaku kekerasan seksual tertinggi di ranah personal atau privat berasal dari pacar yakni sebanyak 1.528 orang, ayah kandung sebanyak 425 orang, dan paman sebanyak 322 orang. Banyaknya pelaku ayah kandung dan paman selaras dengan meningkatnya kasus inses. 

Sedangkan untuk kekerasan seksual di ranah privat atau personal di tahun ini, pelaku orang terdekat yang masih memiliki hubungan keluarga atau inses merupakan kasus yang paling banyak dilaporkan yakni sebanyak 1.210 kasus. Kedua adalah kasus perkosaan sebanyak 619 kasus, kemudian persetubuhan/eksploitasi seksual sebanyak 555 kasus.

Dari total1.210 kasus inses, sejumlah 266 kasus atau 22 persen dilaporkan ke polisi, dan masuk dalam proses pengadilan sebanyak 160 kasus atau sekitar 13,2 persen.

Di ranah publik atau komunitas, jumlah kekerasan seksual itu menempati peringkat pertama yakni sebanyak 2.670 kasus atau sekitar 76 persen dari jumlah kasus kekerasan keseluruhan di ranah publik yang mencapai 3.528 kasus.

Tiga jenis kekerasan seksual yang paling banyak dilakukan di ranah komunitas adalah pencabulan (911 kasus), pelecehan seksual (708 kasus), dan perkosaan (669 kasus). YH

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500