Ilustrasi pelecehan seksual, Foto: Pixabay

Pelecehan Seksual, Korban Berisiko Depresi Hingga Kecanduan Narkoba

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 06:05:04 WIB

Kriminologi.id - Pelecehan seksual yang dikenal begal payudara menimpa ATN, salah satu mahasiswi Universitas Gunadarma di Depok, Jawa Barat. Beragam gangguan kesehatan mental dapat berakibat pada korban mulai dari depresi hingga kecanduan narkoba.

Pelecehan seksual yang dialami ATN bermula ketika seorang pria tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor matic berwarna hitam tiba-tiba meremas payudara bagian kirinya. Tak tanggung-tanggung, pria tersebut melakukan aksi bejatnya sebanyak 3 kali. Puncaknya, pelaku juga memperlihatkan alat vitalnya tersebut kepada ATN.

Rasa trauma yang masih menyelimuti ATN, membuat mahasiswi jurusan teknik tersebut merasa takut untuk berjualan lagi, terlebih jika dirinya harus melintas di lokasi kejadian.

Kekerasan seksual, dalam bentuk apa pun, merupakan bentuk kekerasan yang sangat serius. Seperti pada kasus yang dialami ATN, misalnya. Pengalaman pelecehan seksual yang dialaminya meninggalkan trauma berkepanjangan. Trauma tersebut kemudian menimbulkan rasa takut yang terus menyelimutinya hingga kini.

Dilansir oleh GoodTheraphy, setelah mengalami pelecehan seksual, seseorang mungkin akan merasa tubuh mereka bukan milik mereka sendiri. Para korban sering melaporkan adanya perasaan seperti malu, teror, dan rasa bersalah.

Infografik Kondisi yang Dialami Korban Pelecehan Seksual. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Risiko kondisi kesehatan mental yang buruk juga dapat dialami oleh korban pelecehan seksual, sebagai akibat dari trauma dan emosi negatif yang ditimbulkannya. Dirangkum dari GoodTherapy, beberapa kondisi trauma yang mungkin dialami oleh korban pelecehan seksual.

1. Depresi

Pengalaman pelecehan seksual bisa menyebabkan seseorang merasa kehilangan otonomi atas tubuhnya. Hal ini mampu menyebabkan depresi, dan sering kali sulit untuk diatasi.

Depresi bisa memunculkan perasaan putus asa dan kehilangan harapan, serta dapat mengurangi rasa harga diri seseorang. Perasaan depresi akibat pelecehan seksual bisa terjadi hanya sekilas, namun sering kali terjadi secara intens dan jangka panjang.

2. Rasa Cemas Berlebihan

Hilangnya otonomi tubuh juga dapat menyebabkan kecemasan yang parah pada korban pelecehan seksual. Mereka memiliki ketakutan serangan seperti yang dialaminya akan terjadi lagi. Rasa cemas yang parah ini membuat korban sering kali mengalami kepanikan.

Selain itu, beberapa juga bisa mengalami rasa takut terhadap ruang terbuka dan menjadi takut untuk meninggalkan rumahnya. 

3. Stres Pascatraumatis

Seseorang yang menjadi korban pelecehan seksual mungkin mengalami ingatan yang intens terkait peristiwa pelecehan. Dalam beberapa kasus, kilas balik akan perisitwa yang dialaminya bisa sangat menganggu si korban.

Gangguan itu menyebabkan timbulnya stres yang berkepanjangan bagi korban. Stres yang dialami ini dampak jangka panjangnya dapat menyebabkan gangguan kepribadian.

4. Masalah Keterikatan

Seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual bisa menjadi merasa sulit untuk membentuk keterikatan yang sehat dengan orang lain. Hal ini tidak hanya dialami oleh korban yang masih anak-anak; korban dewasa juga bisa mengalami ini. Mereka menjadi sulit untuk membangun keintiman dengan orang lain.

5. Kecanduan Narkoba

Masalah ketergantungan akan zat-zat adiktif juga menjadi dampak buruk lainnya dari pelecehan seksual. Penelitian menunjukkan bahwa korban pelecehan 26 kali lebih mungkin menjadi penyalahguna obat-obatan.

Alkohol dan obat-obatan secara sesaat diakui dapat membantu mematikan rasa sakit akibat pelecehan yang dialami. Namun, penyalahgunaan zat-zat tersebut sering kali justru menimbulkan masalah lainnya.

Pelecehan seksual tidak hanya meninggalkan luka psikologis bagi korban, melainkan juga bisa memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penanganan dan pendampingan bagi korban harus dilakukan dengan tepat. AS

Penulis: Aditia Tjandra
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500