Ilustrasi pembunuhan. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Pembunuhan Istri Pejabat Dishub Pamekasan, Polisi Curigai Orang Dekat

Estimasi Baca:
Senin, 27 Ags 2018 12:00:43 WIB

Kriminologi.id - Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus pembunuhan disertai perampokan yang menimpa istri pejabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Pamekasan bernama Sri Banowati Ningsih (52). Polisi menduga pelaku adalah orang dekat atau kenal dengan korban.

Dugaan polisi menyebut pelaku merupakan orang dekat bukan tanpa alasan. Sebab, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP polisi menemukan beberapa bukti terkait hal tersebut.

“Dari hasil olah TKP, tidak ada akses masuk atau keluar dari rumah itu yang rusak atau pun dirusak,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo, kepada Kriminologi.id saat dihubungi dari Jakarta pada Senin, 27 Agustus 2018.

Terkait kasus pembunuhan ini, kata Teguh, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. Sayang, Teguh enggan menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan oleh pihaknya kepada sejumlah saksi tersebut.

Namun demikian, pihak kepolisian telah mencurigai beberapa orang yang diduga pelaku pembunuhan dan perampokan itu. Hanya, untuk mengamankan dan menjerat pelaku yang diduga itu, polisi kekurangan bukti.

"Kami sudah mencurigai beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tapi hingga saat ini kami kekurangan bukti untuk memastikan hal itu," kata Teguh.

Sri Banowati Ningsih ditemukan tewas di rumahnya yang terletak di Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Korban tewas dengan sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya pada 29 Januari 2018.

Saat itu, suaminya, Mulyadi yang kembali ke rumahnya dari lokasi tempatnya bekerja mengetok pintu rumah sambil memanggil istrinya. Karena tak ada jawaban Mulyadi memanggil tetangga depan rumahnya, Humaidi.

Keduanya kemudian masuk bersama ke dalam rumahnya yang tidak terkunci. Keduanya kaget melihat tubuh Banowati yang tengkurap tak bernyawa di depan kamar mandi. Jasad Banowati banyak ditemukan luka lebam. Sementara itu, di sekitar lokasi terdapat rambut bekas dijambak yang menempel di tembok.

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500