Kediaman ibu Barjo di Jalan Teluk Jakarta, Kompleks TNI AL Rawa Bambu, Jakarta Selatan yang menjadi lokasi pemerkosaan asisten rumah tangga berinisial M (35). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Pemerkosa ART di Kompleks TNI AL Orang Papua, Kerap Buat Onar

Estimasi Baca:
Kamis, 31 Mei 2018 14:10:36 WIB

Kriminologi.id - Riki Richardo alias Denis (21) pemerkosa Marwah (35) asisten rumah tangga (ART) di rumah kediaman bu Barjo sering nongkrong di Taman Tanjung yang berlokasi di seberang rumah tersebut. Berdasarkan cerita warga sekitar, Denis diketahui sering nongkrong di taman tersebut bersama komunitas Papuanya.

Tiba di Kompleks TNI AL Rawa Bambu, Kriminologi.id bertemu dengan Susanti, pemilik toko kelontong Virgo yang berlokasi di persimpangan Jalan Teluk Peleng dan Teluk Jakarta.

Ia menerangkan, Taman Tanjung merupakan salah satu dari beberapa taman yang ada di kompleks TNI AL Rawa Bambu.

"Di sini itu taman ada lebih dari 1, nah salah satunya ya Taman Tanjung itu, tiap taman ya cukup luas. Ada lapangan futsalnya, ada tempat duduknya, dulu anak-anak komplek sini sering main futsal di situ," katanya kepara Kriminologi.id, Kamis, 31 Mei 2018.

Susanti menambahkan, Taman Tanjung sendiri minim penerangan. Pada beberapa bulan silam, pengelola kompleks TNI AL Rawa Bambu mengerahkan personel sekuriti di setiap taman.

"Kalau sore sampe malam ya gelap banget, pohon-pohonnya kan tinggi terus banyak tanaman, tapi lampunya dikit. Ada juga pohon-pohon yang tinggi deket tembok taman sampai rantingnya banyak yang keluar ngarah ke rumahnya ibu Barjo, makanya rumahnya dia juga kelihatan gelap kalau sore sampai malam. Hampir tiap hari sepi," ujarnya.

Susanti menjelaskan, Denis seringkali berkumpul di Taman Tanjung dengan teman-teman sesukunya yang berasal dari Papua.

"Sia (Denis) sering nongkrong sama temen-temennya yang orang timur di Taman Tanjung. Hampir tiap sore kumpul di situ, kadang sampai mabuk-mabukan di situ. Kami juga risih sih ngelihatnya. Kan ini kompleks TNI, mereka kan bukan orang sini, tapi nongkrongnya di taman itu," ujar Susanti.

Berdasarkan penuturan Susanto, Denis dan teman-temannya memang cukup sering berbuat onar. Komunitas tersebut dipimpin seseorang yang bernama Jafar.

"Wah mereka itu sering bikin gaduh, mabuk di taman sering, malak orang lewat sering. Pernah, dulu, mereka tanding futsal sama anak-anak sini, terus mereka kalah. Karena engga terima, mereka mau nyerang anak-anak sini, pas lari tetep dikejar-kejar, eh akhirnya mereka pada ngambil batu, terus ngepruk kepala anak kompleks sini, sampe meninggal," papar Susanti.

Kendati demikian, Susanti meyakini Marwah dan Fatimah yang bekerja di rumah ibu Barjo tidak kenal dengan sosok Denis, begitupun sebaliknya.

"Kalau saya sih yakin mereka itu enggak saling kenal, cuma, karena dia (Denis) sama temen-temennya sering nongkrong di Taman Tanjung jadinya tahu siapa-siapa saja yang ada di rumah ibu Barjo. Jadi, misalnya pas beli sayur, mereka kan keluar milih-milih sayur, nah pelaku sama temen-temennya mantau dari jauh," ujar Susanti.

Kuat dugaan, sebelum menjalankan aksinya, Denis terlebih dahulu memantau rumah kediaman ibu Barjo dari arah Taman Tanjung.

Sebelumnya diberitakan, Riki Richardo alias Denis  nekat merampok dan memperkosa seorang pembantu rumah tangga (PRT) berinisial M (34) di Kompleks AL, Jakarta Selatan, Sabtu 26 Mei 2018. Polisi menangkap pelaku beberapa hari kemudian di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sayangnya, Riki harus ditindak tegas lantaran mencoba melawan saat hendak ditangkap.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500