Pixabay.com

Pengakuan Kepsek yang Dituduh Perkosa Siswi MTs 10 Kali di Tasik 

Estimasi Baca:
Minggu, 8 Apr 2018 23:05:10 WIB
Kepsek AS (40) yang dituduh memperkosa siswi MTs sepuluh kali hingga pingsan di Tasikmalaya siap diperiksa polisi. Ia mengaku semua tuduhan tersebut tidak benar.

Kriminologi.id - Kepala Sekolah (Kepsek AS (40) yang dituduh memperkosa siswinya sebanyak sepuluh kali hingga pingsan di Tasikmalaya angkat bicara. Dengan tegas ia menolak semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.

"Pasalnya hal tersebut tidak benar," katanya kepada wartawan, Sabtu, 7 April 2018, seperti dilansir jabarnews.com.

AS belakangan diketahui merupakan kepala sekolah SMP Terpadu, yang berlokasi di kawasan Kelurahan Bunigelis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Ia mengatakan, tidak pernah melakukan tindakan cabul kepada salah satu siswinya RH. 

"Tapi selaku warga yang taat hukum saya akan tetap menghadiri panggilan polisi untuk memberikan keterangan terkait tuduhan ini," ujarnya.

AS mengaku, hubungannya dengan RH selama ini baik-baik saja seperti hubungan guru dengan murid.

"Saya pun hanya memberikan pengarahan kepada Bunga (RH) supaya nilai pelajarannya di sekolah lebih baik," katanya lagi.

Bahkan, ia menjelaskan, peristiwa yang menghebohkan itu tidak samapi mengganggu stabilitas di sekolah. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Ma'aruf yang dimintai kommentar terkait hal ini enggan berkomentar banyak.

"Kita masih tunggu hasil visum dari tim medis," katanya menegaskan.

Ilustrasi Pemerkosaan. Ilustrasi: Kriminologi.id
Ilustrasi Pemerkosaan. Ilustrasi: Kriminologi.id

Sebelumnya, RH (14) mengaku, diperkosa hingga sepuluh kali sejak 2017. Bahkan, warga Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya itu, mengaku menjadi budak nafsu AS dari Maret lalu.

Perbuatan bejat AS terhadap RH dilakukan setiap Rabu saat istrinya sedang tidak ada di rumah. Saat itu, AS memanggil RH ke rumah. 

Saat dipanggil ke rumah, modus yang dilakukan AS adalah untuk memberi motivasi kepada RH. Setelah memberi motivasi, AS memberi air putih kepada RH yang sudah diberi doa.

Tak lama setelah meminum air tersebut, RH mengaku pusing. Saat kondisi itulah, RH dibawa ke kamar dan dipaksa untuk melakukan hubungan layaknya suami istri.

Meski dalam kondisi pusing, RH sempat menolak ajakan tersebut. Namun, apa daya RH tidak berdaya. Sebab, selain diancam akan dikeluarkan dari sekolahnya, AS juga mengancam akan menganiaya orang tua korban.

"Saya dipaksa melakukan hubungan intim sampai pingsan. Ketika bangun saya diancam orang tua saya akan dibunuh," kata RH, Jumat, 6 April 2018, seperti dilansir RRI.co.id.

Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500