Suasana lokasi pembegalan payudara di Gang sempit, Depok. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Pengakuan Korban Begal Payudara Depok, 3 Kali Diremas dan Dipukul

Estimasi Baca:
Jumat, 20 Jul 2018 14:15:07 WIB

Kriminologi.id - Pelaku begal payudara terhadap ATN di Gang Swadaya, Jalan Taman Indah 1, Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, Jawa Barat, tiga kali meremas dan memukul korban. Selain itu, pelaku sempat menanyakan kue yang dijajakannya sebelum kembali memagang payudara korban untuk yang kedua kalinya.

Kasus tersebut diceritakan ATN saat ditemui Kriminologi.id, Jumat, 20 Juli 2018, di rumah kosnya di kawasan Depok. ATN yang juga mahasiswi sebuah perguruan tinggi tersebut menceritkan peristiwa yang dialaminya pada Minggu, 15 Juli 2018, sekitar pukul 06.00 WIB.

Ketika melewati Gang Swadaya, Jalan Taman Indah 1, Kelurahan Tugu, Cimanggis Depok, seorang pemuda tak dikenal tiba-tiba berhenti di dekatnya dan langsung meremas payudaranya. Kala itu, ATN tak kuasa membendung aksi pemuda tersebut karena sedang membawa boks berisi kue-kue dagangannya.

"Berangkat dari kosan sekitar jam 06.00 pagi, hari Minggu. Biasanya saya berjualan dengan berjalan kaki," ujar ATN kepada Kriminologi.id, Jumat, 20 Juli 2018.

Saat dirinya melewati Gang Swadaya tersebut terlihat sepi tanpa seorang pun melewatinya. Karena terbiasa melalui jalan itu, ATN tak menaruh curiga atau takut.

"Posisi gang sepi, biasanya engga se-sepi itu, tumben. Apalagi saya lewat pas hari Minggu yang biasanya rame," imbuh ATN.

Ketika baru saja memasuki gang tersebut, dari ujung gang tampak seorang laki-laki mengendarai sepeda motor matic juga siap memasuki gang tersebut. ATN juga masih mengingat betul ciri-ciri pelaku.

"Dia itu bawa motor matic warna hitam. Orangnya pake sweater warna hitam, engga pake helm. Badannya cukup berisi, tingginya sedang, kulitnya sawo matang bersih. Rambutnya agak ikal, bentuk mukanya bulat," kata ATN menjelaskan.

Menurut gadis berusia 20 tahun itu, jalan gang tersebut sangat sempit dan hanya bisa dilalui satu sepeda motor. Jika sepeda motor melalui gang dan berpapasan dengan pejalan kaki, salah satunya harus mengalah.

“Nah, pas hari itu si pelaku juga mau masuk gang, bawa motor. Dia sempat lihatin saya, saya kira dia lihatin jalan, karena saya juga engga curiga. Saya pikir ah yauda lewat aja, saya belum mikir yang aneh-aneh," tutur ATN.

Ketika diberi celah itu, pelaku tiba-tiba meremas payudara bagian kiri ATN. Hal itu langsung membuat ATN kaget, namun dirinya tak bisa berbuat banyak karena tangannya masih memegang kotak kue.

“Kebetulan waktu itu boks yang saya bawa juga lebih banyak karena memang ada pesanan. Pas dia abis megang, dia lanjut lewat. Saya mikirnya dia orang gila, kata saya astagfirullah itu orang gila apa, ya'saya cuma bisa bilang gitu," tutur ATN.

Tak sampai di situ, menurut ATN, pelaku kemudian berbalik dan datang untuk kedua kalinya. Pelaku kembali meremas payudara ATN dan berpura-pura menanyakan kue yang dijajakannya.

"Abis megang dada, dia pura-pura nanyain kue yang saya bawa harganya berapa. Terus dia lanjut lagi ke gang yang pas dia pertama kali masuk," kata ATN menjelaskan.

Dari gang tersebut, teryata pelaku kembali mendatangi ATN. Kali ini, selain meremas payudaranya, pelaku tersebut juga memukul bagian kepala ATN. Puncaknya, pria tersebut bahkan memperlihatkan alat vitalnya.

"Abis itu, tiba-tiba dia ngelihatin alat vitalnya, astagfirullah saya bener-bener kaget, takut, mau nangis. Saya langsung teriakin dia, saya taroh boks dulu mau mukul tapi dia keburu kabur," ujar ATN.

Teriakan korban ternyata didengar dan dilihat oleh Enci, salah seorang warga sekitar. Pada awalnya, Enci mengira ATN mengenal pelaku dan sedang cekcok mulut dengannya.

"Pas bu Enci tahu kejadiannya dia langsung nyamperin saya. Akhirnya saya istirahat sebentar di warungnya bu Sugimin, masih di gang Swadaya," ujar ATN.

Setelah menenangkan diri di warung Sugimin, korban kemudian melanjutkan untuk berjualan. Namun karena tidak kuat menahan tangis dan semakin ketakutan, korban akhirnya berhenti di rumah Ami, adik ipar pemilik rumah kos yang disewa korban.

"Nah, pas sama bu Ami itu saya cerita semuanya sambil nangis-nangis. Sambil meluk saya bu Ami bilang 'yaudah nanti ibu temenin teteh buat lapor ke pak RT'," ujar ATN menirukan. AS

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500