Pelaku pembakaran Ferin, Foto: Polres Blora

Pengakuan Pembunuh Ferin Anjani, Pernah Bakar Wanita Lain Pada 2011

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 16:40:40 WIB

Kriminologi.id - Kristian Ari Wibowo (31) tega membunuh dan membakar teman kencannya Ferin Diah Anjani (21). Tindakan keji itu ternyata bukan yang pertama kali. Kepada polisi, manajer hotel di Semarang itu mengaku pernah melakukan hal yang sama pada 2011 lalu.

"Saat itu, pelaku membakar korban di hutan jati di wilayah Pedurunan, Blora, dibakar juga dan kondisinya lebih parah lagi, lebih mengerikan," kata  Kapolres Blora AKBP Saptono kepada Kriminologi.id melalui sambungan telepon, Jumat, 10 Agustus 2018.

Saptono menuturkan, kondisi korban kekejian pelaku di tahun 2011 itu lebih mengerikan. Ia enggan menjelaskan lebih lanjut soal ini. 

"Kondisi lebih mengerikannya seperti apa, semua dokumentasinya ada di kantor," kata Saptono singkat.

Menurut Saptono, pelaku mengaku pada tahun 2011 itu pelaku bertemu dengan teman kencannya melalui salah satu germo.

Korban dan pelaku bertemu dan berkencan di salah satu kamar hotel di Semarang. Pelaku lalu memukul kepala korban dengan menggunakan barbel. Kemudian, pelaku membawa korban ke daerah hutan jati di wilayah Todanan, Blora dan membakarnya.

Terkait dengan apakah korban masih dalam keadaan hidup saat dibakar oleh pelaku, Saptono menjelaskan, menurut pengakuan pelaku, korban sudah tidak bernyawa.

"Pelaku mengakunya korban sudah tidak bernyawa. Tapi itu kan hanya pengakuannya saja dan ini masih kita dalami," kata Saptono.

Usai membakar korban, kata Saptono melanjutkan, kemudian pelaku mengambil mobil korban. Namun, karena pembayaran mobil tersebut masih belum selesai, akhirnya mobil tersebut ditarik oleh pihak pembiayaan atau leasing.

"Modusnya sama seperti itu juga, dibakar. Pelaku mengambil mobilnya, kebetulan masih kredit jadi (mobil) itu diambil leasing," kata Saptono.

 

https://cdn.kriminologi.id/news_picture_thumb/polres-blora-merilis-kasus-pembunuhan-1533820077.jpg

Terkait pengakuan pelaku ini, polisi tengah menelusuri kasus-kasus pembunuhan dan mayat dibakar yang terjadi dalam rentang tujuh tahun terakhir.

"Tidak menutup kemungkinan ada korban lain, ini masih kita dalami lagi terkait kasus tersebut. Apakah lebih dari dua kali ataupun hanya dua kali, itu yang sedang kami cari dalam rentang waktu dari 2011 sampai 2018," kata Saptono.

Untuk menelusuri kasus tahun 2011 dan kasus Ferin, kata Saptono, polisi akan menyelidiki lebih dalam tentang kejiwaan pelaku.

Selama penyelidikan, pelaku menjawab semua pertanyaan penyidik dengan kondisi tenang. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan seputar pembunuhan terhadap Ferin, dijawab dengan lancar dan sesuai dengan alat bukti yang ada.

Namun, berbeda ketika ditanyakan kasus yang terjadi di tahun 2011, pelaku lebih banyak menjawab lupa-lupa.

"Sementara untuk saat ini, yang masalah Ferin, dia jawabnya lancar, tenang, dan sesuai dengan alat bukti yang ada, tapi yang kasus 2011, ia jawab lupa-lupa," kata Saptono.

Saptono menambahkan, karena sikap pelaku yang menunjukkan ketenangan saat diperiksa oleh penyidik dan bahkan tidak menunjukkan rasa bersalah itulah polisi akan mengajak psikolog untuk membantunya dalam mengungkap kasus ini. RZ

Reporter: Yenny Hardiyanti
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500