Pixabay.com

Polisi Bekuk Pemerkosa Turis Cina Saat Kunjungi Keluarga di Asrama TNI

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 10:30:15 WIB

Kriminologi.id - Seorang pria berinisial HM, pelaku pemerkosaan terhadap turis asing asal Cina saat hendak mengunjungi keluarganya di Asrama TNI di Kota Wamena, Papua, pada Kamis, 9 Agustus 2018 malam. 

Pria berusia 19 tahun tersebut sempat buron usai memperkosa wisawatan asing berinisial TJ. Pemerkosaan itu sendiri terjadi dengan modus berpura-pura sebagai guide yang bersedia mengantarkan wiswatan asing ke museum yang dituju.

“Pelaku ditangkap aparat tanpa perlawanan. Pihak keluarga di asrama tak mengetahui jika pelaku terlibat dalam kasus pemerkosaan turis asal Cina di Kampung Aikima, Kabupaten Jayawijaya,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, di Mapolda Papua seperti dikutip RRI, pada Jumat, 10 Agustus 2018.

Ahmad menjelaskan, HM memerkosa warga Cina berinisial TJ tak sendiri. HM melakukannya bersama seorang rekannya berinisial MA. Adapun MA kini sudah ditetapkan masuk dalam DPO. Dugaan polisi, MA masih bersembunyi di Kota Wamena dan sekitaranya.

“Kami imbau MA untuk menyerahkan diri ke Kepolisian. Pihak keluarga pelaku juga kami minta menginformasikan keberadaan pelaku," ujarnya.

Adapun tersangka HM, kata Ahmad, saat ini telah diamankan di Mapolres Jayawijaya untuk proses hukum lebih lanjut. Selain itu, penyidik bakal mendalami pemicu pelaku melakukan aksi pemerkosaan terhadap TJ.

“Masih didalami apakan pelaku ini dipengaruhi minuman keras sehingga nekat melakukan aksi tersebut. Atau ada faktor lain seperti sering menonton video porno. Sebab umur pelaku ini masih tergolong muda," kata Ahmad.

Sebelumnya, seorang turis asing asal Cina berinisial TJ menjadi korban pemerkosaan dua pria tak dikenal saat hendak mengunjungi museum yang terletak di Kampung Aikima, Kabupaten Jayawijaya. Peristiwa pemerkosaan terjadi pada 13 Juli 2018 sekitar pukul 13.00 WIT.

Peristiwa tersebut bermula saat korban yang tengah melakukan perjalanan wisata seorang diri. Ketika TJ yang berjalan seorang diri di Kampung Aikima berpapasan dengan dua pria tak dikenal.

Kedua pria tersebut kemudian menawarkan jasa untuk mengantar ke museum yang dituju. Namun, korban malah dibawa ke sebuah rumah kosong dan diperkosa oleh kedua pria tak dikenal itu.

Pelaku kemudian melarikan diri setelah merampas telepon genggam dan uang tunai sebesar Rp 140 ribu milik korban.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500