Pixabay.com

Polisi Tangkap Pemerkosa Mahasiswi Indonesia di Belanda

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 10:05:08 WIB

Kriminologi.id - Kepolisian Belanda menangkap tersangka pemerkosa mahasiswi Indonesia di Rotterdam. Seorang pria berusia 18 tahun ditangkap di Rotterdam pada Selasa malam dan polisi merilisnya pada Rabu.

Dikutip dari NLTimes.nl, Kamis, 26 Juli 2018, polisi menelusuri jejak tersangka berdasarkan keterangan dari korban tentang sosok pelaku. Selain itu, polisi juga meneliti rekaman dari kamera pengintai sepanjang rute yang dilalui korban hingga ke rumah,

Polisi menyebut penangkapan pelaku sebagai "langkah besar" dalam penyelidikan yang masih berlangsung.

Seorang penyidik utama kasus ini mengatakan semua orang terdorong untuk mendapatkan tersangka pemerkosa secepat mungkin.

"Ini tidak mengurangi penderitaan korban, tapi kami berharap (penangkapan) itu setidaknya akan membantunya dalam proses pemulihan," tutur penyidik utama Albert Jansen.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Indonesia berusia sekitar 20 tahun yang sedang belajar di Universitas Erasmus menjadi korban pemerkosaan pria tak dikenal di depan rumahnya di Herman Bavinckstraat pada Sabtu, 21 Juli 2018 sekitar pukul 05.30 pagi.

Menurut keterangan polisi, korban mengalami pemerkosaan yang brutal. Seorang pria tak dikenal mengikutinya ketika ia bersepeda dari Stasiun Rotterdam Central menuju rumahnya.

Saat tiba di rumahnya dan meletakkan sepedanya, ia diserang pria itu lalu diperkosa. Pelaku sempat mencekik leher korban dengan rantai sepeda.

Setelah pemerkosaan itu, korban dalam keadaan luka parah meminta tolong kepada warga yang membawanya ke rumah sakit.

Seorang saksi mengatakan korban mengalami pendarahan dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Masih menurut polisi, pelaku diduga pria berkulit gelap berusia sekitar 20-an tahun, mengenakan hoodie (sweater) gelap dan mengendarai sepeda berwarna gelap.

Keluarga korban telah berada di Rotterdam. Sebelumnya korban terus mendapat pendampingan oleh KBRI Den Haag dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). 

Reporter: Reza Yunanto
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500