Dok. Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: Facebook/@PresidentRodyDuterteDU30

Presiden Duterte Dikecam Karena Cium Wanita di Depan Publik

Estimasi Baca:
Rabu, 6 Jun 2018 13:31:28 WIB

Kriminologi.id - Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikecam karena mencium seorang wanita yang sudah menikah di depan ribuan pekerja Filipina dalam kunjungannya di Korea Selatan. Mereka menyebut aksi Duterte sebagai  "teater yang menjijikkan" dan dia seorang presiden misoginis (orang yang adalah tidak suka terhadap wanita atau anak perempuan yang dapat diwujudkan dalam berbagai cara).

Kontroversi bermula ketika Duterte, selama kunjungannya ke Korea Selatan, pada hari Minggu, 3 Juni 2018. Dia memanggil seorang wanita ke panggung untuk memberinya salinan buku di sebuah pertemuan di balai kota di Seoul. Dilansir Foxnews.com, Duterte berhasil meyakinkan wanita itu untuk mengizinkan dia menciumnya di depan para pekerja Filipina di luar negeri.

Duterte bertanya apakah dia bisa menjelaskan kepada suaminya bahwa hal itu hanya lelucon, dan wanita itu menjawab ya. Saat presiden Filipina bersandar untuk ciuman itu, orang-orang dengan antusias bersorak-sorai.

Meskipun wanita diketahui bernama Bea Kim, kemudian mengatakan bahwa ciuman itu "tidak ada niat jahat," banyak orang marah karena ciuman itu.

Senator asal Filipina, Risa Hontiveros, menyebut ciuman itu sebagai "tampilan keji seksisme dan penyalahgunaan wewenang besar-besaran. Sementara itu kelompok pembela hak wanita, Gabriela menyebutnya sebagai hal yang menjijikan.

"Aksi yang dilakukan berulang-ulang dimaksudkan sebagai hiburan untuk menyembunyikan kenyataan popularitasnya yang melorot dengan cepat karena isu-isu pembunuhan di luar hukum, undang-undang Reformasi Pajak untuk Percepatan dan Inklusi dan skandal korupsi besar-besaran yang sekarang mengganggu pemerintahannya," kata Gabriela dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, 54 Juni 2018.

"Berciuman di depan acara publik di negara lain sangat tidak etis, garis antara etis dan tidak etis, moral dan tidak bermoral diburamkan ke Duterte selama itu melayani kepentingan pribadinya," tulis wanita lain.

Sementara wanita yang dicium Duerte, Bea Kim bersikeras kepada Badan Baru Filipina jika ciuman itu tidak tidak berarti apa-apa kecuali untuk menghibur dan membuat orang Filipina lainnya berkumpul bahagia.

Kontroversi Duterte Cium Bibir Perempuan di Korsel. Foto: Ist/Kriminologi.id

Duterte sebelumnya telah dituduh membuat komentar misoginis. Dia tertangkap basah mengatakan kepada tentara Filipina awal tahun ini untuk menembak pemberontak komunis perempuan di vagina.

Ketika Duterte menjadi walikota di Davao, dia terdengar mengatakan bahwa dia marah karena seorang misionaris wanita Australia diperkosa dan dibunuh pada tahun 1989.

Namun, dia mengikuti komentar itu dengan mengatakan: "Itu satu hal. Tapi dia sangat cantik, seharusnya walikota dulu, sayang sekali."

Terlepas dari itu, nama Duterte sendiri terbilang populer di Filipina dan Overseas Filipino Workers (OFWs). OFWs menilai Duterte seperti figur ayah yang menjaga negara dan anak-anaknya yang bekerja di luar negeri. AS

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500