RK, perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus di Medan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Rika Karina, Korban Pembunuhan Dalam Kardus Tak Sempat Mikirin Cowok

Estimasi Baca:
Rabu, 6 Jun 2018 19:05:29 WIB

Kriminologi.id - Rika Karina (21) alias Huang Lisya yang ditemukan tewas dalam kardus sempat meluapkan perasaannya kalau dirinya tidak ingin lagi memikirkan pacar. 

Curhatan itu dituangkan dalam dinding Facebook pribadinya pada bulan November 2017. Rika menuangkan kekesalannya terhadap orang yang menilai kalau dirinya tak punya kekasih karena tak laku. 

Dalam pembelaannya, ia menyatakan kalau kesendiriannya itu bukan karena tidak laku-laku, melainkan dirinya mengklaim kalau tak sempat untuk pacaran lagi. Alasannya, dirinya ingin fokus bekerja. 

"Kau pikir aku hidup makan doank..Aku kerja woy...gak sempat aku mikirin cowok...Siang malam aku nyarik uang...," tulis Rika dalam dinding Facebooknya. 

Rika melanjutkan kalau dirinya tidak sempat mikirin cowok karena hidup itu bukan hanya untuk makan semata. Sehingga, dirinya memutuskan untuk fokus bekerja. 

"Siang malam aku nyarik uang...Emang nya kau punya banyak cow tapi pada gak ada yg beres...," ungkapnya.

Dalam tulisan di dinding sebelumnya, Rika begitu mencolok kalau dirinya sedang jomblo. Di awal bulan Juli 2017, Rika mengungkapkan keinginannya untuk mencari pacar dari keturunan Tionghoa. Bisa jadi, keinginan ini karena dirinya juga merupakan keturunan Tionghoa. 

"Jadi pengen nyari pacar anak tionghoa.. heheheh.. Ada yang mau nggak ya ama Huang Lisya tan..," tulis Rika. 

Proses pencarian dengan mengumbar di dinding Facebooknya ini mendapatkan tanggapan dari temannya. Salah satunya adalah Triee II yang mengusulkan agar Rika mencari pacar dari Korea saja. 

"Haha ga Korea ajja sekalian," canda Triie II. 

Identitas Rika yang merupakan sosok mayat dalam kardus itu terungkap berawal dari identitas STNK motor yang membawa kardus. 

Adalah Robi (31) warga Delitua yang merupakan sepupu korban Rika Karina yang memastikan kalau Rika keluar membawa sepeda motor sepeda motor Honda Scoopy dengan nopol BK 5875 ABM, milik Toni, sepupu korban. 

Sesosok mayat wanita terbungkus di dalam kardus di temukan di Jalan Rakyat, Gang Melati 1, Kelurahan Sei Agul, Medan Barat, Sumatera Utara, Rabu dini hari, 6 Juni 2018. 

Mayat yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun itu menghebohkan warga setempat karena diletakkan di atas sepeda motor Honda Scoopy.

Dari sejumlah foto yang diterima Kriminologi.id, Rabu, 6 Juni 2018, memperlihatkan bahwa mayat korban dibungkus tas sebelum kemudian dimasukkan ke dalam kardus yang dililit dengan lakban berwarna coklat.

Selain itu dalam foto tersebut juga terlihat korban mengenakan pakaian terusan tanpa lengan berwarna biru gelap. Korban juga mengenakan celana dalam berwarna coklat.

Sementara itu posisi korban saat dimasukkan ke dalam kardus tersebut dalam posisi menungging layaknya orang yang sujud dengan posisi kaki menekuk. Sementara tangan korban dalam posisi ke belakang.

Selain itu dari foto yang tersebut terlihat sejumlah luka lebam nampak di wajah perempuan tersebut di antaranya di bagian wajah sebelah kanan dan bagian luka lebam di bagaian bibir. 

Penemuan mayat korban itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB yang dibungkus kardus dan diletakkan di atas sepeda motor Honda Scoopy dengan plat nomor BK 5875 ABM. Saat ditemukan sepeda motor tersebut dalam kondisi mesin mati dan lampu sepeda motor tersebut dalam keadaan menyala tanpa pengendara.

Hingga kini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penemuan mayat tersebut. Polisi menyita barang bukti di antaranya 1 unit sepeda motor beserta surat tanda nomor kendaraan.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja di Medan, Rabu, 6 Juni 2018, mengatakan kardus tersebut berisikan mayat seorang wanita yang diduga kuat sebagai korban pembunuhan. 

Saat diminta kepastian terkait identias korban dengan mengirimkan fotonya melalui WhatsApp, Tatan enggan menjawab. Ia meminta untuk mengkonfirmasi ke Wakapolrestabes Medan, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto. 

"Hubungi saja AKBP Bagus," ujarnya. 

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500