Pixabay.com

Samsul Ramelan Tega Bilang Istri Pertamanya Mati agar Bisa Nikah Lagi

Estimasi Baca:
Kamis, 22 Mar 2018 23:21:45 WIB

Kriminologi.id - Seorang pria bernama Samsul Ramelan divonis empat bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon. Samsul mendapat hukuman itu karena terbukti bersalah membuat catatan palsu kematian istri pertamanya agar dapat menikahi perempuan yang menjadi istri keduanya. 

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 279 dan pasal 263 KUH Pidana tentang perzinahan sehingga menghukum terdakwa selama empat bulan penjara," kata ketua majelis hakim PN setempat, Sofyan Parerungan di Ambon, Kamis, 22 Maret 2018.

Menurut Hakim Sofyan, hal yang memberatkan terdakwa dijatuhi hukuman penjara karena memalsukan surat kematian istri sahnya, Wa Ratna, serta menelantarkan tiga anaknya. Sedangkan hal yang meringankan karena terdakwa mengakui serta menyesali perbuatannya, memiliki tanggungan keluarga, serta belum pernah dihukum.

Putusan majelis hakim juga lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Maluku, Awaludin, yang dalam persidangan sebelumnya meminta terdakwa dihukum lima bulan penjara. Namun putusan majelis hakim akhirnya diterima jaksa Awaludin maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya, Abdusyukur Kaliki.

Kasus pemalsuan dokumen oleh Samsul terungkap bermula ketika terdakwa awalnya membuat surat keterangan palsu yang menerangkan istri sahnya Wa Ratna telah meninggal dunia pada tahun 2015 di Baubau (Sultra). Wa Ratna, dari pengakuan Samsul dimakamkan di kota tersebut.

Selain memalsukan catatan kematian istri pertamanya, terdakwa juga membuat surat keterangan tahlilan 40 hari atas kematian istrinya sahnya itu. Alhasil, upaya Samsul dapat meyakinkan pihak KUA di Ambon yang berujung menyetujui rencana pernikahan Samsul dengan istri kedua serta menerbitkan buku nikah secara sah.

Usai menikah, Samsul berangkat dengan istri barunya ke Kabupaten Kepulauan Aru. Di sana, mereka menetap hingga mendapatkan seorang anak. Namun, keberadaannya belakangan diketahuhi istri pertamanya. Dari situ, Wa Ratna melaporkan terdakwa ke Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Pihak kepolisian kemudian memanggil Samsul untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, Samsul masih bertahan pada keterangannya kalau istri pertamanya sudah meninggal dunia sejak tahun 2015. Namun, Wa Ratna yang kemudian datang ke Mapolres Ambon akhirnya membuat terdakwa tak bisa berkutik. Samsul mengaku telah berbuat kesalahan di hadapan polisi. TD

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500