AK, WNA asal Mali yang menjadi pelaku pembunuhan istrinya di Big Hotel Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Sebelum Bunuh Istrinya di Kamar Hotel, AK Sempat Makan Malam Bersama

Estimasi Baca:
Jumat, 1 Jun 2018 10:00:16 WIB

Kriminologi.id - AK (40) tersangka kasus pembunuhan terhadap istrinya di kamar Big Hotel di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, sempat makan malam bersama sebelum peristiwa itu terjadi. Pria berkewarganegaraan Mali itu tega membunuh istrinya RPJ (21) yang merupakan warga negara Thailand karena cemburu.

Peristiwa sebelum pembunuhan itu diucapkan tersangka AK di Polres Metro Jakarta Pusat, Kamis, 31 Mei 2018. Menurutnya kedatangannya ke hotel itu hanya berselang satu hari pada 22 Mei 2018, sebelum istrinya datang dari Thailand.

Keesokan harinya AK menjemput Istrinya yang berkewarganegaraan Thailand itu di Bandara Soekarno Hatta pada 23 Mei 2018, malam.

"Saya jemput dia di Bandara. Sampai di hotel kita lapar dan sempat pesan KFC," ujar AK.

Selama percakapan makan malam itu, keduanya bercerita banyak hal. Termasuk alasan istrinya yang tidak membawa telepon genggam ke Jakarta. Dari penuturan itu kemudian AK merasa curiga.

"Saya tidak percaya dia tidak bawa handphone. Besok ketika dia mandi saya buka telepon genggamnya," kata AK melanjutkan.

Tiba-tiba AK terbakar api cemburu ketika melihat isi pesan di dalam telepon genggam istrinya yang  sedang bermesraan dengan laki-laki lain.

Menurut Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, di tempat yang sama mengatakan hal itu yang menimbulkan niat AK untuk membunuh istrinya yang masih berusia 21 tahun itu.

“Tersangka emosi dan mencari-cari alat untuk membunuh korban," ujar Roma.

Tersangka AK, menurut Roma, kemudian menemukan tali warna hitam di atas tas miliknya. Tanpa pikir panjang, AK langsung melilitkan tali tersebut dari belakang sambil menimpa bagian punggung istrinya usai keluar dari kamar mandi.

"Melihat korban sudah kehabisan napas tidak sadarkan diri, korban juga sempat kencing di celana," kata Roma.

Korban pun langsung diseret ke kamar mandi hotel dan bagian tubuhnya di tutupi handuk warna biru.

"Tanggal 25 tersangka melarikan diri. Tanggal 27 mayat baru ditemukan oleh petugas hotel yang mencium bau busuk," katanya.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak Polres Metro Jakarta Pusat, Tim Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat menangkap AK di Loby Hotel Wiguna Jalan Raya Cipanas, Gadog, Cianjur, Jawa Barat.

Dari hasil penangkapan terhadap tersangka, polisi menyita beberapa barang bukti di antaranya dua unit telepon genggam, tali name tag, gunting, handuk bernoda darah, gunting dan Koper berisikan baju korban.

"Terhadap tersangka kita kenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan," tutup Roma. AS

Reporter: Walda Marison
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500