Rumah Sumarti korban tewas dianiaya tetangganya. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Sebelum Bunuh Tetangga, Juariah Mengamuk Rusak Dagangan Warga

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 15:50:19 WIB

Kriminologi.id - Warga menolak kehadiran Juariah (35), pelaku penganiayaan pasangan suami istri Nur Hamid dan Sumarti di tempat pemakaman di Jalan Unkris, Pondok Gede, Kota Bekasi. Akibat, penganiayaan tersebut Sumarti tewas di lokasi kejadian. Juariah diketahui pernah mengamuk dan merusak dagangan warga dan melempari rumah warga.

Karena tewasnya Sumarti oleh Juariah, warga sepakat meminta pihak keluarga untuk mengungsikannya ke tempat lain. Juariah diminta tidak boleh kembali lagi lantaran dianggap membahayakan warga.

Kerabat korban Sumarti bernama Nani, mengatakan perilaku Juariah yang mengamuk bukan kali ini saja terjadi. Menurutnya, Juariah sering mengamuk. Sasaran amukan Juariah seringkali menimpa warga dan para pedagang sekitar.

“Bukan kali ini saja terjadi, pernah nimpukin rumah warga. Ada lagi, dia merusak dagangan tukang gorengan,” kata Nani saat ditemui Kriminologi.id di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 6 September 2018.

Nani mengungkapkan, kesepakatan warga untuk menolak kehadiran Juariah sudah disetujui oleh pihak RT dan RW. Namun demikian, kata Nani, Juariah boleh tinggal jika dikurung oleh pihak keluarganya. Juariah sama sekali tak boleh dilepaskan berkeliaran di kampung. 

“Pihak RT dan RW sudah sepakat tak mengizinkan Juariah tinggal di sini lagi karena meresahkan. Dia (Juariyah) boleh tinggal tapi pihak keluarganya menjaga. Tapi kalau dilepas lagi semua tidak mau,” kata Nani.

Terkait penolakan warga, Kapolsek Pondok Gede, Kompol Suwari, berencana menyerahkan Juariah ke pihak Dinas Sosial untuk dilakukan perawatan. Namun, rencana tersebut dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga dan RT/RW setempat 

"Kalau keluarga tidak mampu, nanti diserahkan ke Dinas Sosial karena itu urusan negara," kata Suwari ketika dikonfirrmasi.

Sebelumnya diberitakan, Juariah menganiaya pasangan suami istri bernama Dul Hamid dan Sumarti di tempat pemakaman umum di Jalan Unkris, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin, 3 September 2018 pukul 10.00 WIB.

Semula Dul Hamid yang dianiaya oleh Juariah. Namun, Hamid diselamatkan oleh istrinya Sumarti. Sayang, gantian Sumarti yang kemudian dianiaya oleh Juariyah dengan cara kepalanya dibenturkan ke aspal dan kepala belakangnya dipukul dengan batu nisan.

Sumarti sempat diselamatkan oleh warga namun karena luka di bagian belakang kepala cukup parah, Sumarti akhirnya tewas. Usai membunuh Sumarti, Juariah langsung melarikan diri ke masjid. Di situ Juariah diamankan hanya mau dengan polisi.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500