Saripah, korban penembakan dan penusukan oleh pelaku begal di Pakojan, Kota Tangerang. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Sebelum Tewas Ditembak Begal, Saripah Sempat Jadi TKW di Taiwan

Estimasi Baca:
Kamis, 5 Jul 2018 17:30:21 WIB

Kriminologi.id - Saripah (34), seorang ibu yang tewas karena menjadi korban pembegalan di kawasan Pakojan, Kota Tangerang, Banten, diketahui merupakan mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW). Wanita berusia 34 tahun itu pernah bekerja di Taiwan.

Diketahuinya perjalanan hidup Saripah yang merupakan TKW itu setelah Kriminologi.id mendatangi tempat tinggalnya yang berada di Cipete, Pinang, Kota Tangerang, Banten, pada Kamis, 5 Juli 2018.

Menurut salah seorang tetangga korban bernama Mumun, Saripah merupakan wanita asal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepada Mumun, Saripah pernah bercerita sempat merantau ke negara tetangga selama hampir tiga tahun lamanya. 

“Dia (Saripah) sempat cerita sama saya kalo dahulu dia itu bekerja sebagai TKW di Taiwan,” kata Mumun kepada Kriminologi.id di Tangerang, Banten pada Kamis, 5 Juli 2018.

Selama hampir tiga tahun mencari rezeki di negara orang, Saripah sehari-hari bekerja sebagai perawat bagi seorang wanita lanjut usia atau lansia. Namun, Mumun tak tahu persis di kota apa Saripah bekerja sebagai perawat selama berada di Taiwan. Yang pasti, kata Mumun, Saripah pernah mengatakan menerima bayaran cukup besar selama menjadi perawat lansia di Taiwan. 

“Saya tidak tahu pastinya dimana. Tapi yang jelas dia cerita kalau gajinya besar,” kata Mumun.

Saripah telah tewas diterjang timah panas oleh pembegal beranggotakan dua pelaku pada Rabu malam, 4 Juli 2018. Kepergiannya meninggalkan suami bernama Ade Miskin dan seorang anak. 

Peristiwa pembegalan terjadi di depan toko pulsa di Jalan Rasuna Said RT 04 RW 01, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten. Pembegalan disertai pembunuhan itu bermula saat Saripah bersama suami dan anaknya hendak membeli pulsa di dekat rumahnya mengendarai sepeda motor. 

Saat tiba di toko pulsa, suaminya yang turun dari motor hendak membeli pulsa meninggalkan anak dan istrinya. Tiba-tiba, dua orang tak dikenal yang merupakan kawanan begal datang dan langsung merampas sepeda motor yang ditumpanginya itu.

Saripah tak tinggal diam. Ia berusaha mencoba mempertahankan sepeda motornya. Sayang, aksi berani Saripah justru menjadi petaka. Seorang pelaku menembaknya lebih dari sekali. Tubuh Saripah langsung tersungkur bersimbah darah. Sedangkan kedua pelaku berhasil melarikan diri. TD

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Tito Dirhantoro
Multimedia: S. Dwiangga Perwira
KOMENTAR
500/500