Ilustrasi perdagangan orang. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Sindikat Perdagangan Orang Siapkan Uang Restu Orang Tua Rp 10 Juta

Estimasi Baca:
Kamis, 26 Jul 2018 17:05:23 WIB

Kriminologi.id - Polda Jawa Barat mengungkap sindikat perdagangan manusia atau human trafficking dengan korban sebanyak 12 orang. Tiga orang di antaranya masih di bawah umur.

Untuk memperlancar aksi pencarian wanita di kampung, perempuan sindikat perdagangan manusia menyiapkan uang restu orang tua agar mau melepas anaknya ke Cina sebesar Rp 10 juta. 

Selain memberikan uang restu, kepada orang tua pelaku menjanjikan anaknya diperbolehkan pulang setelah tiga bulan. 

"Mereka dijual ke orang asing untuk dinikahi kontrak," ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Mapolda Jabar, Kamis, 26 Juli 2018.

Agung mengatakan, kasus ini terungkap salah satu korban berinisial Y (16) berhasil kabur dari tempat penampungan di apartemen Green Hills, Jakarta.

"Dari laporan Y kami telusuri, ada lima rekannya yang menjadi korban penjualan orang, dan belum diberangkatkan ke Cina," kata Agung.

Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni dengan mengiming-imingi para korban agar mau di bawa ke Cina. Pelaku TDD dan YH berperan sebagai broker atau pencari perempuan.

Keduanya mencari target wanita dengan berkeliling kampung di Jawa Barat. Setelah menemukan target, kemudian pelaku memberi uang Rp 10 juta kapada orang tua korban agar mengizinakn anaknya ke Cina dengan tiga bulan sekali pulang. 

Para korban yang berhasil direkrut dibawa ke apartemen Green Hills di Jakarta. Mereka ditampung dan diurus dokumen untuk keberangkatan ke Cina. Sementara pelaku GCS berperan sebagai perantara mencari pria di Cina.

"Sesampainya di Cina, para korban mendapatkan perlakuan kekerasan dan dibatasi ruang geraknya. Sebagian korban disuruh bekerja serta dijual kembali kepada pria lain di Tiongkok," kata dia.

Polda Jabar kini tengah bekerja sama dengan Interpol untuk mengusut kasus ini. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk proses pemulangan belasan perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia.

"Tentunya bekerja sama dengan kepolisian di Cina," kata Agung.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan dan menetapkan tersangka kepada seorang perempuan berinisial TDD, warga negara Indonesia dan dua warga Cina berinisial YH dan GCS.

Ketiganya telah ditahan di Mapolda Jabar. "Jadi kasus ini berkaitan dengan warga Jabar yang dijual ke orang asing asal Tiongkok," ujar dia. MG

Reporter: Arief Pratama
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500