Ilustrasi pencabulan murid oleh guru. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Siswi SMP Surabaya Dicabuli Guru Bahasa Inggris, Kenalan Via Bigo Live

Estimasi Baca:
Senin, 25 Jun 2018 16:30:52 WIB

Kriminologi.id - Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama Surabaya berinisial RF dicabuli guru Bahasa Inggris kenalannya. Tindakan amoral tenaga pendidik itu dilakukan sudah lama, yakni pada bulan Mei-Juni 2018 lalu di rumah indekos sang guru. 

Adalah Adrian Cristian (28), guru Bahasa Inggris yang diamankan petugas Polrestabes Surabaya setelah menerima laporan dari orang tua RF.

Berdasarkan laporan, tindakan pencabulan itu telah dilakukan terhadap sisiwi berusia 16 tahun itu sebanyak tiga kali. Perkenalan Adrian dengan siswi SMP itu melalui aplikasi Bigo Live.

Sejak perkenalan itu, pria asal Rungkut Mapan Tengah, Kota Surabaya, Jawa Timur itu sering menghubungi wanita berusia 16 tahun tersebut. 

Singkat cerita, saking intensifnya berkomunikasi lewat telepon, Adrian mengajak RF bertemu. Keduanya pun bersepakat bertemu hingga Adrian menjemput RF tidak jauh dari rumahnya. 

Pertemuan keduanya saat itu bulan Mei 2018 lalu. Saat itu oknum guru Bahasa Inggris tersebut mengajak korban ke rumah indekos di kawasan Ketintang, Kecamatan Gayungan, Surabaya.

Di lokasi itu lah Adrian melakukan pencabulan terhadap RF. "Korban disetubuhi sebanyak tiga kali. Mulai bulan Mei sampai Juni," terang Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Chintya Dewi seperti dilansir Jatimtimes.com, Senin, 25 Juni 2018.

Chintya Dewi melanjutkan perbuatan itu terus berulang selama tiga kali hingga akhirya RF menceritakannya kepada orang tua. Mendengar curhatan sang putri, orang tua terkejut dan langsung meneruskannya dengan melaporkan ke polisi. 

Berbekal laporan polisi itu, petugas akhirnya menangkap guru yang mengajar bahasa Inggris tersebut. Perwira berpangkat tiga balok emas itu menjelaskan korban telah menjalani proses visum yang hasilnya menunjukkan adanya kerusakan pada kelamin.

"Korban masih di bawah umur," imbuh perwira dengan pangkat tiga balok ini.

Reporter: Syahrul Munir
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500