Kolase foto pelaku dan korban kasus KDRT di Bojong Lio, Cilodong, Depok, Jawa Barat. Foto: Kriminologi.id

Sosok Prima Hadi Waspada, Suami Telanjangi Istri dari Keluarga Berada

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 22:45:40 WIB

Kriminologi.id - Prima Hadi Waspada atau yang akrab disapa Adoy, suami yang menelanjangi istrinya di tempat billiard Depok dikenal bermasalah. 

Selain kerap ringan tangan atau menganiaya Nurul Amelia alias Atun, istrinya, Adoy juga sangat dingin dan jarang berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

Ani, saudara Atun dan Elin, tetangga mengungkapkan kalau Adoy lahir dari kalangan keluarga berada. 

"Orang tua Adoy termasuk keluarga berkecukupan. Adoy pernah dibelikan sepeda motor dan mobil oleh Roro, ibu kandungnya. Tapi semua kendaraannya itu digadai," ujar Elin. 

Adoy memaksa istrinya ngaku berselingkuh. Ia menganiaya istrinya depan SA, anak mereka di billiard Depok. Usai memaksa ngaku berselingkuh, Adoy menyuruh Atun jilat jempol kakinya. 

Kekerasan Adoy itu juga dilakukan terhadap istri pertamanya yang ditinggal begitu saja. 

"Adoy kan pernah nikah sebelumnya, tapi belum punya anak. Dia juga kasar ke istri pertamanya, terus maen tinggal-tinggal aja," ujar Ani pada Rabu, 25 Juli 2018.

Pekerjaan Adoy juga tak pernah jelas. Akibatnya, ia tidak bisa menafkahi keluarga dan anaknya. Untuk bertahan hidup, Adoy hanya mengandalkan penghasilan sebagai penjaga billiard. 

"Boro-boro biayain Atun sama SA, buat dia sendiri aja sering kurang terus. Kalo mau pergi kemana misalnya, sering minta duit ke Atun buat bayar ojek," ujar Elin.

Kebiasaan menggadaikan motor pun dilakukan Adoy terhadap motor temannya. Ia pernah menggelapkan sepeda motor tanpa sepengetahuan temannya.

Namun uang hasil penggelapannya itu juga tak tahu ke mana. Selain itu, Adoy dikenal jarang berkomunikasi dan sulit diajak bicara baik dengan saudara dan juga dengan orang tua Atun, Sabarudin dan Dewi, yang merupakan mertuanya sendiri.

"Padahal, mereka itu kan satu rumah, rumah kecil begitu pasti tiap hari ketemu terus. Tapi jarang ngobrol," ujarnya. 

Ani juga menceritakan, Adoy sama sekali tidak bertanggung jawab terhadap istri dan keluarganya. Adoy hanya memberikan uang kepada istrinya Rp 50 ribu untuk keperluan belanja seminggu. 

"Benar-benar tega itu anak. Seringnya ngasih ya cuma 50 ribu buat lima hari. Kadang-kadang bener-bener buat seminggu penuh. Padahal, duit segitu ya cukup buat apa, maksud saya kasihan juga SA, kan harus jajan harus beli ini itu juga," tegas Ani.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500