Rizkia Madawiyah korban bunuh diri di Jatirangon, Bekasi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sosok Razkia Madawiyah, Ibu Muda Gantung Diri Menikah Usia 16 Tahun

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 21:05:04 WIB

Kriminologi.id - Razkia Madawiyah atau yang akrab dipanggil Kiki (18) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Aksi gantung diri ini dilakukan karena dugaan desakan ekonomi yang dihadapi keluarga muda tersebut.

Kiki merupakan ibu muda yang memutuskan menikah di usia 16 tahun. Malam sebelum ditemukan gantung diri, Kiki dan Andre, suaminya ribut. 

Kiki dikabarkan sempat bekerja di sebuah SPBU di Bekasi, namun berhenti setelah suaminya, Andre melarangnya bekerja.

Kiki lahir di Bekasi 24 Februari 1999 dari keluarga yang tergolong kurang mampu. Ibunya, AS merupakan penyandang tuna wicara. Sebelum menikah, Kiki tinggal bersama ibunya di sebuah gang sempit di Jalan Bojong Nangka II, Pondok Melat, Pondok Gede, Kota Bekasi. Di rumah itu, Kiki dan AS tinggal bersama neneknya bernama Masih.

Sehari-hari kegiatan AS, ibunda Kiki hanya berjualan jajanan, sementara neneknya sebagai pedagang nasi uduk pada pagi hari. Ibunda Kiki itu tergolong keluarga pra sejahtera dan penerima bantuan dari pemerintah setiap 3 bulan sekali. 

Kiki menikah di usia sangat muda, yakni 16 tahun dengan pria pilihannya bernama Andre warga Jati Ranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi. Dari pernikahanya itu, pasangan muda ini dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini berusia 1,5 tahun.

Selama menjalani rumah tangga, Kiki yang bekerja, sedangkan suaminya hanya menganggur. Kiki bekerja di SPBU di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi, sekitar 1 Kilometer dari rumah Kiki.

Namun Kiki tidak lama bekerja lantaran suaminya menyuruh untuk berhenti.

"Ya emang sempat kerja di SPBU. Sering tiap pagi dianterin sama suaminya, tapi gak lama kerjanya, gak tau kenapa berhentinya," kata tetangg korban bernama AP, warga Jati Ranggon, Bekasi, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Usai menyuruh istrinya berhenti kerja, Andre kemudian bekerja sebagai office boy atau petugas kebersihan. Namun kebutuhan keluarga muda itu semakin besar setelah buah hati mereka lahir. 

Suatu hari Kiki meminta izin kepada suaminya untuk kembali bekerja. Sayang, niat Kiki ditolak mentah-mentah sang suami. Larangan kerja sang istri ini kemungkinan karena sifat cemburu yang kuat dari suaminya. 

Kiki kemudian mendesak meminta bekerja lantaran kebutuhan untuk anaknya semakin membengkak, terutama harus membeli susu formula lantara ASI- sudah tidak keluar. Meski demikian, Andre tetap bersikukuh, tak membolehkan Kiki bekerja lagi.

Pada Kamis, 2 Agustus 2018 malam keduanya bertengkar hebat. Keesokannya, Jumat, 3 Agustus 2018 Kiki ditemukan gantung diri di dapur di rumah mertuanya, Jalan Setiawarga II RT 05 RW 02, Jati Ranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi. Ibu muda itu tewas gantung diri dengan seutas kain yang diikatkan ke tiang.

AP mengatakan tidak terlalu mengetahui kehidupan rumah tangga Kiki dan Andre. "Kalau masalah gak tau, tapi kalau ribut jarang keliatan, tapi keliatan si baik-baik aja," katanya.

AP mengatakan tidak begitu mengenal sosok Andre. Pemuda itu disebutnya jarang kelihatan karena sibuk dengan pekerjaannya. "Gak terlalu kenal juga. Dia juga berangkat kerja pulang malam, jadi ngobrol aja jarang, paling nyapa aja kalau ketemu," katanya. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500