Stefanus Bakar Mayat Laura Tiga Kali, Alasannya Belum Puas

Estimasi Baca :

Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di  Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id	 - Kriminologi.id
Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Stefanus (25) membakar mayat calon istrinya Luara (41), sebanyak tiga kali. Sebab, mayat mahasiswa pascasarjana alias S2 di Edith Cowan University (ECU) Perth, Australia itu, belum sepenuhnya terbakar.

Stefanus membunuh Laura dengan cara menikamnya sebanyak empat kali di perut. Usai tidak bernyawa, Stefanus membawa mayat Laura ke Pantai di Desa Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Jumat, 4 Mei 2018.

Di lokasi, Stefanus membakar mayat Luara yang sudah berselimutkan darah. Saat membakar pertama kali, mayat Laura tidak sepenuhnya terbakar.

Stefanus kemudian membeli bensin eceran sebanyak dua liter. Aksi membakar mayat Laura pun kembali dilakukan. 

Ternyata, api belum juga membakar mayat Laura untuk kali kedua.

"Tapi, karena belum puas juga, pelaku kembali lagi membeli bensin eceran sebanyak empat liter dan kembali membakar mayat calon istrinya tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung, Senin, 7 Mei 2018.

Sebelum membuang mayat Laura ke Pantai di Desa Karang Serang, Stefanus sempat berniat membuang mayat Laura calon istrinya ke Muara Angke, Jakarta utara. Namun niatan itu urung dilakukan karena teman Stefanus tidak ada yang menemani.  

Stefanus sempat menyembunyikan mayat Laura di dalam mobil selama semalam yang diparkir di pinggir jalan rumahnya. 

"Stefanus sempat ke wilayah Muara Angke untuk meminta pertolongan temannya. Karena ditolak, Stefanus mencari teman lainnya lagi di wilayah yang berbeda," ujar Tahan Marpaung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, mayat yang disembunyikan di bagian belakang mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi B 1044 BYT milik Stefanus.

Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Gambir, Jakarta Pusat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Agar tidak mengundang kecurigaan, Stefanus membungkus jasad kekasihnya itu dengan kain sprei yang di bagian atasnya ditutupi potongan kain perca. Kemudian, ia memarkirkan kendaraan berwarna silver semalaman di pinggir jalan rumahnya di daerah Tambora, Jakarta Barat.

Niat menghilangkan jejak pembunuhan akhirnya terpenuhi setelah Stefanus berhasil memperdaya dua temannya berinisial EB dan AZ esok harinya. 

Kepada kedua temannya, Stefanus berpura-pura meminta ditemani jalan-jalan ke pantai karena sedang stres berat alias depresi. EB dan AZ pun langsung menuruti permintaan Stefanus yang meminta ditemani ke pantai untuk mengusir kepenatannya. 

Mereka pun akhirnya berangkat menggunakan mobil Stefanus. Saat berada di dalam mobil, Stefanus menjelaskan kalau buntelan besar di belakang jok yang berisi jasad Laura itu adalah potongan kain yang tak terpakai dan akan dimusnahkan. 

Semula kedua temannya itu percaya dengan ucapan Stefanus. Namun belakangan, di tengah perjalanan keduanya mencium bau amis dari arah belakang mobil. Lantaran curiga akhirnya keduanya mengecek pada buntelan yang diakuinya tumpukan bahan yang bakal dimusnahkan itu. 

Alangkah terkejutnya mereka saat mengetahui kalau buntelan itu di dalamnya terdapat sesosok mayat. Stefanus pun akhirnya mengakui kalau buntelan itu adalah mayat Laura, kekasihnya. 

Pengakuan itu membuat dua temannya meminta turun dan keluar dari dalam mobil. Namun, Stefanus tak mengabulkannya hingga sampai ke lokasi pantai. DM

Baca Selengkapnya

Home Renata Wanita Stefanus Bakar Mayat Laura Tiga Kali, Alasannya Belum Puas

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu