Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Stefanus Tinggalkan Keluarga Saat Jadi Sopir Grab Car dan Kenal Laura

Estimasi Baca:
Senin, 7 Mei 2018 14:00:03 WIB
Dari penuturan ibu Stefanus yang bernama Mery, pemuda 25 tahun tersebut sudah tidak lagi tinggal bersama keluarganya sejak beberapa bulan lalu usai menjadi sopir grab car dan mengenal Laura. 

Kriminologi.id - Kehidupan Stefanus (25), seperti berubah setelah menjadi sopir driver online alias Grab Car. Sebab, dari profesi barunya itu, mengantarkan Stefanus bertemu Laura (41).

Keduanya makin dekat setelah memiliki hobi yang sama, yakni bulu tangkis. Stefanus dan Laura pun mulai terlihat intim. Dari jejak digital di sosial media, terlihat keduanya menjalin hubungan sejak 17 Agustus 2017.

Sejak saat itu, Stefanus terlihat jarang pulang ke rumah orang tuanya di Jalan Kampung Janis RT 11/08, Nomor 11, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat. Hal itu disampaikan Ketua RT 11/08 Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Muchtar.

Ia mengaku, dari penuturan ibu Stefanus yang bernama Mery, pemuda 25 tahun tersebut sudah tidak lagi tinggal bersama keluarganya sejak beberapa bulan lalu. 

"Dari ibunya sih bilang kalau sudah sembilan bulan enggak pernah pulang, tapi saya juga enggak tau pastinya. Ibunya juga bilang kalau pas sudah kerja dia enggak pernah pulang," kata Muchtar kepada Kriminologi.id, Senin, 7 Mei 2018.

Sayangnya, saat Kriminologi.id mencoba mendatangi kediaman orang tua Stefanus, rumah berwarna putih yang juga merupakan warung kelontong itu terlihat sepi dari aktifitas.

Hanya terlihat seorang wanita berambut pendek yang mengenakan baju berwarna merah muda sempat ke luar dari rumah itu.

Namun, saat didekati sosok wanita yang diduga orang tua dari Stefanus itu langsung masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan apa pun.

Laura tewas dibunuh calon suaminya sendiri Stefanus di Jalan Alaydrus No 69, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis, 3 Mei 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id
Stefanus bersama Laura korban pembunuhan di Tambora Jakarta Barat. Foto: Ist/Kriminologi.id

Mayat Lauraa yang bersimbah darah ini dibakar lalu dibawa menggunakan mobil pribadinya ke Pantai Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.

Pembunuhan itu terjadi saat keduanya cekcok mulut. Saat itu, Laura marah besar terhadap Stefanus. Tak mampu membendung emosi, Laura beranjak ke kamarnya dan menodongkan pisau.

Di hadapan Stefanus, Laura mengancam akan membunuhnya. Ancaman itu membuat emosi Stefanus ikut tersulut. Akhirnya, ia merebut pisau dari genggaman pacarnya lalu menusuknya hingga tewas.

Belum puas setelah menusuk calon istrinya, Stefanus juga membakar mayat Laura. Setelah membakarnya, Stefanus membuang mayat Laura di pesisir pantai Desa Karang Serang, Sukadiri, Tangerang. Mayat korban ditemukan warga sekitar beberapa jam kemudian.

Laura dan Stefanus sudah merencanakan pernikahan yang sudah ditentukan yakni pada Agustus mendatang. Bahkan keduanya sudah melakukan foto pre-wedding pada Kamis, 2 Mei 2018.

Namun, sehari setelah foto pre-wedding itu, Stefanus menghabisi nyawa calon istrinya itu dengan cara yang sadis. Sebelum peristiwa mengenaskan itu terjadi, keduanya terlibat cekcok mulut.

Permasalahan utama keduanya ribut adalah Laura yang menuding keleuarga Stefanus tidak ikut andil dalam pendanaan rencana pernikahan keduanya.

"Karena biaya pernikahan Rp 250 juta seluruhnya ditanggung pihak keluarga perempuan. Korban (Laura) sebagai pihak perempuan terus-terusan menyinggung masalah tersebut sehingga tersangka (Stefanus) sebagai calon suami membunuhnya," kata Kapolsek Tambora Iver son Manossoh kepada Kriminologi.id, Minggu, 6 Mei 2018.

 DM
KOMENTAR
500/500