Kholili, pelaku mutilasi istri sendiri di Karawang tertangkap. Foto: Ist/Kriminologi.id

Suami Pemutilasi Istri di Karawang Dituntut 14,5 Tahun Penjara

Estimasi Baca:
Selasa, 10 Jul 2018 18:25:53 WIB

Kriminologi.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Karawang menuntut Muhammad Kholili dengan hukuman penjara selama 14 tahun 6 bulan. Kholili adalah pelaku pembunuhan Siti Saidah alias Nindy yang tak lain adalah istrinya sendiri. Tak hanya membunuh, Kholili juga memutilasi tubuh istrinya itu.

Tuntutan itu dibacakan JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa, 10 Juli 2018. JPU Febby Febrian yang membacakan tuntutan menyebut Kholili dijerat dengan Undang-Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Kholili dan Nindy

Febby menuturkan, tindakan Kholili yang membunuh dan memutilasi tubuh istrinya adalah perbuatan sadis. Namun demikian, tim JPU menilai perbuatan yang dilakukan Kholili tidak termasuk pembunuhan berencana.

"Korban terlebih dahulu mencekik leher terdakwa. Terdakwa lalu memukul korban hingga jatuh sampai meninggal. Jadi kami menilai, meski (terdakwa) membunuh dengan mutilasi, namun bukan pembunuhan berencana," kata Febby menjelaskan alasan JPU tidak menjerat Kholili dengan pasal pembunuhan.

Febby juga mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan JPU kepada Kholili merupakan kombinasi dakwaan alternatif dari pasal yang disangkakan. Hal yang meringankan tuntutan terdakwa adalah karena telah mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal. 

Sementara hal yang memberatkan Kholili adalah perbuatannya yang tega memutilasi tubuh istrinya dalam kondisi korban sudah meninggal dunia.

"Yang paling memberatkan lainnya terdakwa secara sadis dan mengakibatkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban akibat perbuatannya," ujarnya.

Terkait pembunuhan sadis itu, Febby menuturkan bahwa pembunuhan tersebut berawal dari cekcok mulut antara Kholili dan korban di rumah kontrakan mereka di RT 05/RW 02, Dusun Sukamulya, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang.  

Rekonstruksi suami mutilasi istri

Kholili terlebih dahulu dicekik lehernya oleh korban. Lalu Kholili membalas memukul korban hingga jatuh terbentur tembok dan tewas. Setelah tahu korban tewas, Kholili lalu memotong-motong tubuh korban hingga beberapa bagian. Potongan tubuh itu kemudian di buang di beberapa tempat dan sebagian ada yang dibakar.

Kasus mutilasi ini terkuak dari penemuan jasad tanpa kepala yang hangus terbakar di sebuah lahan kosong di Desa Ciranggon, Majalaya, Karawang pada 7 Desember 2017.

Tato di tubuh korban menuntun polisi untuk menentukan identitas korban. Kholili kemudian ditangkap sepekan kemudian setelah sempat melapor Polisi karena mengaku kehilangan istrinya sendiri pada 13 Desember 2017. RZ

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500