Ilustrasi KDRT. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Suami Tusuk Perut Istri di Kota Palu, Permintaan Cerai Jadi Pemicu

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 12:30:56 WIB

Kriminologi.id - Seorang suami Usman Tahelai (37) menusuk perut istrinya yang meminta mengakhiri hubungan keluarganya di Kota Palu, Minggu, 9 September 2018. 

Kekerasan dalam rumah tangaa atau KDRT yang dilakukan Usman bukan kali ini saja. Sebelumnya, Usman sempat dilaporkan kasus KDRT terhadap istrinya ke polsek setempat hanya berakhir damai. 

Adalah Anna Mardaleta (25), korban penusukan di bagian perut oleh suaminya. Anna menjalani perawatan di RSU Anutapura. 

Kasus KDRT ini mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Kota Palu Irmawaty Hidayat. 

Irmawati mengecam tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang nyaris merenggut nyawa Anna Mardaleta (25), warga Kelurahan Tawaeli, oleh suaminya sendiri.

"Kami tidak akan tinggal diam atas musibah yang dialami Anna Mardaleta karena tugas inti kami adalah melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan," kata Irmawaty di Kota Palu, Senin, 10 September 2018.

Istri Wali Kota Palu Hidayat itu berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang seberat-berat atas perbuatan itu.

Ia juga meminta pihak RSU Anutapura Palu untuk memberikan perawatan dan pelayanan yang maksimal kepada Anna sehingga nyawa anak dari Sumarni itu bisa diselamatkan.

Irmawati menceritakan Anna mengalami tindak kekerasan oleh suaminya Usman Tahelai (37) dengan cara ditikam di bagian perut sebelah kiri pada Minggu pagi.

Sebelum penusukan, pasangan suami istri itu terlibat cekcok mulut lantaran Anna meminta bercerai karena tidak tahan dengan kebiasaan sang suami yang melakukan KDRT. 

"Saat itu Usman mengancam mau membunuh Anna. Untung ada saudaranya yang melerai pertengkaran mereka. Kasus ini belum sempat kami lapor ke Polres Palu karena Usman mengancam akan membunuh Anna. Annas ditikam oleh suaminya," ucap Sumarni, ibu kandung Anna.


Sehari sebelumnya, kata Sumarni, Anna juga mengalami kekerasan oleh Usman. Saat itu Usman menampar Anna di jalan saat hendak pulang ke rumah.

Menurut pengakuan Sumarni, kekerasan yang dilakukan Usman karena faktor cemburu.

"Saat itu kita lapor ke Polsek Palu Utara dan kemudian diatur secara kekeluargaan dan kedua belah pihak sepakat saling memaafkan, namun sehari kemudian tindak kekerasan itu diulangi lagi, bahkan nyaris merenggut nyawa Anna," ungkapnya.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500