Ilustrrasi prostitusi. Foto: Unsplash.com

Tempat Karaoke di Bali Sediakan Layanan Prostitusi, Diduga Salahi Izin

Estimasi Baca:
Rabu, 18 Apr 2018 21:15:47 WIB
Tempat karaoke di Bali diduga menyalahi aturan dengan membuka layanan prostitusi.

Kriminologi.id - Tempat hiburan malam Karaoke 888 KTV yang terletak di Jalan Raya Kuta, Bali diduga menyalahi aturan izin. Petugas Polres Kota Denpasar menduga peruntukan tempat tersebut tak sesuai izin karena membuka layanan prostitusi. 

“Untuk izin Karaoke 888 KTV masih kami selidiki, karena tidak sesuai peruntukannya,” kata Kapolresta Denpasar, Komisaris Besar Hadi Purnomo, di Mapolresta Denpasar, Bali, Rabu, 18 April 2018.

Ia mengatakan, tempat hiburan malam itu berada satu gedung dengan Hotel BG, yang berdasarkan penyelidikan polisi sebelumnya telah memiliki izin usaha. Namun, tempat Karaoke 888 KTV disinyalir belum memiliki izin.

Saat ini, polisi telah menetapkan satu orang tersangka bernama Fendi Pradana alias Venzo. Pria berusia 25 tahun tersebut menjadi mucikari untuk para wanita pemandu lagu di tempat hiburan itu. Oleh Fendi, mereka dijadikan wanita penghibur bagi pria hidung belang.

"Satu tersangka dijerat dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan korban atau wanita pemandu lagu di karaoke itu akan menjadi saksi tipiring," ujar Mantan Kapolres Gianyar itu.

Apabila dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa Karaoke 888 KTV tidak memiliki izin, Polresta Denpasar segera menyurati Pemda untuk segera mengambil tindakan tegas.

"Kalau nanti terbukti 888 KTV menyediakan akses prostitusi, kami akan melaporkan ke Pemda berdasarkan hasil pemeriksaan dan penemuan di tempat tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, pada 7 April 2018, Unit V Satreskrim Polresta Denpasar menggerebek kamar 2103 dan kamar 2011 Hotel BG di Jalan Raya Kuta, Bali. Dari penggerebekan itu, polisi menangkap dua pemandu lagu dan seorang mucikari dari Karaoke 888 KTV.

Pihak kepolisian menduga karaoke menyediakan prostitusi dengan memasang tarif booking out kepada tamu yang menginap di Hotel BG sebesar Rp 3,35 juta, sedangkan pihak karaoke itu membantah.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500