Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Terungkap Motif Dukun Sekap Tetangga Selama 15 Tahun karena Seks

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 10:10:48 WIB

Kriminologi.id - Motif penyekapan yang dilakukan dukun desa bernama Jago (83) terhadap korbannya H (28) selama 15 tahun karena persoalan seksual. Jago menyekap Hasni selama belasan tahun itu karena ingin menyetubuhi korbannya. 

Penyekapan sendiri dilakukan Jago berpindah-pindah dari gua dan rumah Jago yang hanya berjarak tiga rumah dari kediaman Hasni. 

“Motifnya persetubuhan di bawah umur,” kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy, seperti dilansir dari Tribratanews, Senin, 6 Agustus 2018.

Iqbal menjelaskan, aksi bejat sang dukun kampung menyetubuhi korbannya pada tahun 2003, saat itu usia Hasni 13 tahun alias masih di bawah umur. 

Untuk memperlancar aksinya, Jago menunjukkan foto seorang pria yang disebut bernama Amrin. Jago mengatakan bahwa Amrin ini adalah sosok jin yang akan masuk ke dalam tubuhnya. 

Saat itu lah, Jago menyetubuhi Hasni. "Lalu mengatakan Amrin itu jin yang akan masuk ke tubuh tersangka. Tersangka mengakui itu (kepada polisi), bahwa Amrin itu ya dirinya sendiri," kata Iqbal.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 76D, 76E dan 81 Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Persetubuhan dan Pencabulan Anak di Bawah Umur.

Ancaman hukuman bagi tersangka adalah 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan bahwa korban Hasni diculik sejak usia 13 tahun pada 2003. Korban Hasni disekap oleh dukun desa yakni Jago (83) selama 15 tahun di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Tersangka menyekap korban di salah satu gua batu di  Desa Bajugan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Beberapa hari lalu, tersiar kabar dari kakak korban, Devi bahwa adiknya disembunyikan oleh Jago. Berdasarkan informasi tersebut, petugas dari Polsek Dakopemean melakukan pencarian.

Petugas berhasil menemukan korban Hasni di sela-sela batu di atas gunung, pada Minggu, 5 Agustus 2018. 

Proses penyekapan dilakukan tersangka di dua lokasi dengan waktu berbeda, yakni pukul 04.00 Wita pagi korban disekap di gua, sementara malam harinya pukul 19.00 Wita korban dipindahkan ke pondok belakang rumahnya.

Lokasi penyekapan hanya berjarak tiga rumah antara rumah korban dan pelaku. Namun, keluarga korban baru mengetahuinya setelah 15 tahun berselang. 

Ayah korban, Makmun (63) mengaku sudah menghabiskan dana lebih dari Rp 11 juta untuk mencari anaknya di seluruh wilayah Tolitoli.

KOMENTAR
500/500