Ilustrasi korban tewas terjatuh dari lantai atas apartemen di Sunter, Ilustrasi: Pixabay

Tewas di Gudang Kayu, ATM dan Ponsel Rina Hilang Diduga Dibawa Aris

Estimasi Baca:
Senin, 2 Jul 2018 16:10:32 WIB

Kriminologi.id - Motif pembunuhan Rina Casrina belum terungkap hingga saat ini. Wanita cantik berusia 21 itu tewas karena kepalanya dibenturkan ke tembok sebelum akhirnya dicekik oleh mantan kekasihnya, Aris.

Tak Hanya ditemukan tewas terlentang dan tertutup karpet di gudang kosong, beberapa barang berharga milik Rina Casrina yaitu sebuah kartu ATM dan telepon seluler (ponsel) juga raib.

Menurut salah seorang kerabat korban, Jum Kartini (33), ATM Dan ponsel milik Rina baru diketahui hilang setelah jasadnya dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan autopsi. 

"Iya ada yang hilang. ATM sama ponselnya hilang. Kemungkinan memang diambil sama pelakunya," ujar Jum Kartini saat ditemui Kriminologi.id di rumahnya, Jalan Duri Kepa, Asam Raya RT 06 Rw 08, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin 2 Juli 2018.

Menurut Jum, keluarga baru teringat dengan ATM dan ponsel milik korban Rina setelah korban di RS. Sebelum tewas, Rina sempat pamit untuk pergi ke ATM terdekat dengan maskud mengecek upah lemburnya.

Namun, saat mengecek di gudang yang menjadi lokasi penemuan jasad Rina, kedua barang tersebut tak ditemukan. Keluarga menduga barang berharga itu telah diambil oleh Aris yang diyakini sebagai pelaku pembunuhan itu.

"Di lokasi gudang juga tidak ada. Kami (keluarga Rina) curiga diambil sama Aris," kata Jum Kartini.

Jum menambahkan keluarga berencana memblokir kartu ATM tersebut agar uang tabungan milik sepupunya itu dikuras oleh Aris. Pria itu diduga telah mengetahui pin ATM itu.

"Kami rencananya emang mau blokir Atm-nya ya tapi tidak tahu kapan. Ya mungkin nunggu orangtuanya pulang dulu," ucap Jum.

Rina tewas di sebuah gudang kosong tempat penyimpanan kayu di Jalan Meruya ilir, Kembangan, Jakarta Barat. Saksi mata menyebut peristiwa pembunuhan itu berlangsung senyap namun gerak-gerik Aris begitu mencurigakan usai membunuh Rina.

Hal tersebut diungkap seorang warga bernama Parno (55) yang tinggal tepat di sebelah gudang tersebut. Menurut Parno, saat itu dirinya tak mendengar suara-suara aneh dari gudang yang menjadi lokasi ditemukannya jasad Rina.

Parno menuturkan, pada Jumat, 29 Juni 2018 malam sekitar pukul 22.00 WIB, dirinya sempat melihat Aris keluar dari gudang yang merupakan tempat tinggal sementaranya itu. Parno menyebut kala itu memang Aris terlihat tak seperti biasanya. 

Menurut Parno, raut wajah pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu terlihat panik. Penasaran, Parno pun lantas menanyai Aris oleh sikapnya yang demikian.

Namun kata Parno, Aris terlihat terburu-buru saat menjawab pertanyaannya dan mengaku tidak ada yang terjadi dan semuanya berjalan seperti biasa. Parno menyebut jika Aris hanya mengatakan dirinya ingin bertemu dengan seseorang bernama Hamid untuk meminta uang.

"Dia cuma bilang kalo mau minta uang ke Pak Hamid tapi tidak bilang buat apa. Abis itu dia langsung pergi aja," kata Parno. MG

Reporter: Rizky Adytia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500