Ilustrasi TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

TKW Asal Sukabumi Alami Gangguan Jiwa Akibat Sering Disiksa Majikan

Estimasi Baca:
Sabtu, 4 Ags 2018 11:09:21 WIB

Kriminologi.id - Reni (23) Tenaga kerja wanita atau TKW asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab mengalami gangguan kejiwaan akibat sering disiksa majikannya selama bekerja menjadi buruh migran. 

Warga Kampung Sukamanah, RT 4/1, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar ini diduga berangkat tanpa melengkapi dokumen resmi alias ilegal atau korban perdagangan manusia/Human Trafficking

"Kami masih menelusuri kasus ini dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengungkap siapa yang memberangkatkan TKW ini ke luar negeri," ujar Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi atau Disnakertrans Kabupaten Sukabumi Lina Evelin, di Sukabumi, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Terungkapnya kasus ini, kata Lina, berawal dari laporan pihak Desa Mekartanjung adanya kasus penganiayaan terhadap seorang TKW oleh majikan yang mengakibatkan gangguan jiwa ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jabar.

Namun, pihaknya hanya sebatas mendapatkan informasi tersebut, sehingga tidak mengetahui bagaimana proses pemulangan pahlawan devisa ini ke Tanah Air. Kasus ini mencuat setelah korban kembali ke Indonesia.

Berdasarkan data TKI yang bernama Reni beserta alamatnya tidak masuk database.

Pihaknya juga belum mengetahui apakah selama bekerja di Dubai korban menerima upahnya atau tidak, bahkan untuk asuransi pun kemungkinan besar tidak ada jika Reni berangkat menjadi buruh migran menggunakan jalur ilegal melalui jasa calo.

"Kami masih menelusuri kasus ini dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mengungkap siapa yang memberangkatkan TKW ini ke luar negeri," katanya pula.

Lina mengatakan sebenarnya pihaknya sudah memperketat pemberangkatan TKI ke luar negeri, jika syaratnya tidak bisa dilengkapi maka tentunya tidak mungkin diberangkatkan. 

Selain itu, secara rutin melakukan sosialisasi agar masyarakat yang berminat menjadi buruh migan berangkatnya harus melalui jalur legal karena akan mendapatkan penempatan yang layak berikut perlindungan yang diperlukan.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500