Ilustrasi penganiayaan di Kalimantan Barat, Ilustrasi: Pixabay

Usai Paksa Ngaku Selingkuh, Suami Suruh Istri Jilat Jempol Kaki

Estimasi Baca:
Rabu, 25 Jul 2018 19:40:04 WIB

Kriminologi.id - Usai memaksa ngaku selingkuh, Prima Hadi Waspada alias Adoy menyuruh istri jilat jempol kakinya. 

Adoy memaksa Nur Amalia alias Atun, istrinya mengakui berselingkuh. Penganiayaan istri di depan anak mereka berinisial S itu dilakukan Adoy di lantai dua Billiar Depok, tempat dirinya bekerja. 

Karena takut, Atun terpaksa mengaku berselingkuh.  

“Dia dipukulin sama Adoy, di depan anak pertamanya. Karena Atun takut, terpaksa dia ngaku selingkuh, padahal enggak," ujar Elin, tetangga Atun, Rabu, 25 Juli 2018. 

Penganiayaan itu bermula saat Atun diminta Adoy menjemput di tempat kerjaannya, Senin, 23 Juli 2018 sore. Sekitar pukul 14.00 WIB Atun berangkat bersama S menumpang ojek online.

Tiba di tempat billiard, yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, Beji, ia justru diperlakukan kasar oleh Adoy di hadapan anak mereka. 

Usai dianiaya, Atun kemudian meninggalkan arena biliar dan bergegas pulang. Karena tak punya ongkos Atun berjalan kaki. Ia memutuskan pergi ke rumah sahabatnya Fikri di Jalan STM Mandiri. 

“Jadi, Atun jalan kaki dari tempat biliar, terus ke depan ITC naik jembatan penyebrangan, turun lanjut jalan lagi ke STM Mandiri,” tururnya.

Tanpa sepengetahuan Atun, Adoy ternyata membuntutinya. Ketika tiba di sekitar rumah Fikri, Atun justru dipaksa berbalik arah oleh suaminya. Adoy juga sempat memukul Fikri, yang berniat akan mengantarkan pulang istrinya.

"Dia mukul Fikri pake helm. Lalu Atun disuruh jalan kaki 2,3 kilometer, sedangkan Adoy naik motor sambil boncengin anaknya." 

Di tengah jalan, Adoy memaksa Atun untuk berhenti lalu duduk di depan tempat makan ternama yang menyediakan masakan daging babi rica-rica.

Di tempat itu, Adoy melanjutkan penganiayaan terhadap Atun secara bertubi-tubi.

“Sepanjang jalan itu, Atun ditendang-tendang sama Adoy sambil boncengin anaknya. Nah, pas sampai depan rumah makan, Atun disiksa lagi,” ujar Bude Elin.

Reporter: Erwin Maulana
Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500