Penemuan mayat wanita muda di Margajaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis, 26 Juli 2018. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Wanita Tewas di Bekasi, Sari Ternyata Berencana Menikah dengan Duda

Estimasi Baca:
Sabtu, 28 Jul 2018 09:15:56 WIB

Kriminologi.id - Warga Jalan Mayor Oking, Gang Mawar, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi digegerkan oleh berita tewasnya Sari (36) dan Muhammad Fauzi alias Abah (40) di dua lokasi berbeda. Sari ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Gang Mawar, Margajaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, sedangkan Abah tewas bunuh diri di perlintasan kereta api Kranji.

Menurut tetangga kos korban, Nuhayati (32), Sari dan Abah sudah berencana menikah dalam waktu dekat. Cerita itu diungkap Abah sendiri saat minum kopi di warungnya.

Menurut Nurhayati, Abah kerap bercerita kepada dirinya mengenai kehidupan pribadinya. Suatu hari Abah mengaku kepada Nurhayati jika dirinya tengah menjalin hubungan dengan seorang wanita berstatus janda yang sudah ditinggal mati oleh anak dan suaminya beberapa bulan lalu. Janda tersebut tak lain adalah Sari.

"Katanya lagi deket, mereka katanya mau nikah. Makanya Abah nyariin kontrakan buat Sari tinggal. Kontrakannya di situ tempat kemarin ditemui," kata Nurhayati yang sehari-hari berdagang kopi di dekat Stasiun Bekasi tersebut kepada Kriminologi.id, Jumat, 27 Juli 2018.

Nurhayati mengatakkan dirinya tidak begitu mengenal sosok Abah. Ia mengaku hanya mengenal Abah sebagai buruh bangunan. "Kerjanya serabutan, kadang jadi buruh bangunan. Status dia duda, istrinya udah meninggal," ujarnya.

Latar belakang Sari juga demikian. Nurhayati menyebut wanita itu baru empat hari menempati kamar kontrakannya. Letak kontrakan Sari sendiri berada di depan kontrakan nomor dua yang ditempati Nurhayati. 

Selama empat hari, tak banyak percakapan di antara keduanya. Sosok Sari hanya diketahui Nurhayati dari cerita Abah.

"Baru empat hari, jadi gak terlalu mengenal, ketemu juga cuma nyapa, say hello doang. Selebihnya saya gak terlalu kenal, dia dari mana gak tau. Selama ngontrak juga gak ada yang lihat Abah atau laki-laki lain datang ke kontrakan," katanya.

Sari ditemukan tewas pertama kali oleh Jayadi, seorang sopir ojek online. Ketika itu, ia diminta oleh pemilik warung kopi yakni Sri (27) untuk mengabarkan berita duka kepada Sari.

Sebab, Sri melihat Abah, calon suami Sari tewas tertabrak kereta di perlintasan Kranji, Bekasi. Sri kemudian memberikan alamat kontrakan Sari kepada Jayadi. 

Ketika Jayadi memanggil Sari dari luar kamar kontrakannya tak  ada yang merespons. Ia bersama tetangga korban lalu mendobrak pintu kamar Sari. Dari situ, ia mengetahui bahwa tubuh Sari sudah telentang dengan bantal di atas kepalanya.

Tubuh Sari juga sudah dikerubungi semut. Melihat korban tak bernyawa, Jayadi bersama tetangganya kemudian melaporkan kejadian ini ke RT dan RW serta ke Polsek Bekasi Timur.

Berdasarkan identifiaksi pada Kamis, 26 Juli 2018 malam, polisi menemukan luka memar seperti bekas cekikan di leher Sari.

"Iya ada bekas luka cekikan di leher warnanya biru memar, terus luka di hidung keluar darah," kata Supriyatna, Ketua RW 03 Kelurahan Margahayu di lokasi kepada Kriminologi.id.

Supriyatna mengatakan, Sari diduga tewas karena dibunuh dengan cara dibekap dan dicekik oleh pelaku. Namun, ia tidak mengetahui siapa pelaku pembunuhan sadis itu terhadap Sari.

"Diduga dibunuh kata polisinya, dugaan pelakunya calon lakinya M Fauzi alias Abah (40), tapi kan si Abah udah meninggal bunuh diri nabrakin diri ke kereta," kata Supriyatna. MG

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500