Wiwin, Ibunda Apriliani, korban tewas usai pesta minuman keras di Depok (04/04/2018). Foto: Erwin Maulana/Kriminologi.id

Wanita Tewas Usai Pesta Miras Oplosan Ternyata Janda Muda Anak Satu

Estimasi Baca:
Kamis, 5 Apr 2018 12:40:26 WIB
Kehidupan Aprliani (24), wanita tewas usai pesta miras oplosan di Depok seakan berubah usai bahtera rumah tangganya tak mampu diselamatkan. Ia pun mulai terjerumus jerat miras oplosan.

Kriminologi.id - Apriliani (24), satu-satunya wanita tewas usai menenggak miras oplosan di Beji, Depok ternyata janda beranak satu. Kehidupan April, panggilan akrab Apriliani, berubah setelah rumah tangganya yang dibina tak mampu terselamatkan. Hingga akhirnya ia pun terjerumus ke dalam minuman keras.

Wiwin, ibunda April menceritakan sosok April dan kondisi rumah tangganya dengan anak pertamanya kepada Kriminologi.id, Rabu, 4 April 2018, ketika ditemui di rumahnya RT 04/01, Gang Kapuk, Kelurahan Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat. 

Pada 16 Desember 2016, ia mengungkapkan, April menikah secara siri dengan seorang pria bernama Romi. Suami April  diketahui berasal dari Subang. 

Usai menikah, keduanya langsung membina kehidupannya dengan menyewa kontrakan yang berlokasi di Kelapa Dua, Depok. Beberapa hari setelah menikah, April melahirkan anak pertama,  yang bernama Zulfikar.

"Ya mereka nikah kan karena 'kejadian' (hamil di luar nikah). Pas seminggu setelah mereka nikah, Fikar (Zulfikar) lahir," ujar Wiwin.

Menjelang satu tahun pernikahan April, tabiat asli suaminya, Romi mulai terlihat. Menurut pengakuan April, Wiwin menceritakan, Romi merupakan suami yang tidak bertanggung jawab. Suami April itu dikenal pelit memberikan nafkah untuk istrinya dan anaknya sendiri Zulfikar.

"Makin ke sini makin ketahuan kelakuannya, pelit banget, enggak tanggung jawab. Ngasih uang saja jarang banget, buat kebutuhan Fikar (Zulfikar) saja dia jarang ngasih. Padahal ya suami kan harusnya tanggung jawab, ngasih nafkah ke keluarga," tutur Wiwin.

Bibit masalah rumah tangga April dan Romi akhirnya menemui puncaknya pada pertengahan 2017. Bahkan, boleh dibilang, kondisi rumah tangga pasangan muda ini di ujung tanduk. 

Pada suatu hari, ketika sedang berada di rumah kontrak yang disewa Romi, April hendak pukang ke rumah orang tuanya. 

Entah kenapa, April tidak menyadari Romi sedang berada di rumah kontraknya sehingga langsung mengunci pintu rumah kontrak tersebut. Romi kemudian marah besar dan tidak terima. Semenjak kejadian tersebut, Romi sering memukul dan berkata kasar kepada April.

"Pernah pas pertengahan 2017, lupa hari apa. April telepon ke saya, katanya 'mak April mau pulang', saya bilang ya udah izin dulu sama bang Romi, eh katanya Romi lagi enggak ada di rumah. Akhirnya dia kunci rumahnya, eh tahu-tahunya Romi ada di rumah, langsung marah. Sejak kejadian itu dia sering mukulin April, sering ngomong kasar," ujar Wiwin.

Wiwin menambahkan, pada Desember 2017 ketika sedang bertengkar hebat, Romi memukul bibir April hingga mengeluarkan darah di depan anak kandung mereka, Zulfikar yang pada saat itu masih berusia satu tahun.

"Pernah pas Desember tahun kemarin, mereka lagi berantem gede-gedean, si Romi mukulin bibirnya April sampai bibirnya berdarah, di depan Fikar (Zulfikar). Siapa yang enggak kaget kalau tahu kejadian itu. Pas saya tanya ke Fikar, dia meragain Romi pas mukul April, sambil bilang 'mamah dipukulin nek', gitu katanya," ujar Wiwin.

Sejak kejadian tersebut, mereka memutuskan untuk berpisah. Pada waktu itu, Romi mendatangi rumah kediaman April dan bertemu dengan Sulaeman dan Wiwin. 

"Pas mau pisah Romi dateng ke rumah, ketemu bapak (Sulaeman) sama saya. Dia bilang mak pak saya serahin lagi April ya, udah enggak kuat. Saya jawab 'kalau yang namanya orang tua sendiri mah pasti sayang sama anak, April mau ke mana lagi kalau bukan ke sini, kan anak kami. Yang jadi masalah itu Fikar (Zulfikar) mau dibawa ke mana, siapa yang ngasuh," ujar Wiwin.

Semenjak berpisah dengan Romi, April menjadi uring-uringan, sering keluar malam, hingga kedapatan merokok. Ketika ke luar malam, April sering menghabiskan waktu dengan teman-temannya di Soerabi Bandung.

"Pas pisah sama Romi, April jadi uring-urinngan, kelihatan banyak masalah. Sering keluar malam, kalau keluar malam sering nongkrong di Soerabi Bandung, sama temen-temennya. Malahan saya pernah lihat dia ngerokok. Tapi yang namanya punya masalah rumah tangga kita juga mau ngelarang dia gimana, nanti disangkanya kita malah neken dia," ujar Wiwin.

Ketika kerap menghabiskan waktu di Soerabi Bandung tersebut, April juga bertemu dengan beberapa teman laki-lakinya yang lain, terutama Imron, Roni, Muljafar (Opang), Iwan, Andri. 

Puncaknya, mereka semua menjadi korban minuman keras oplosan yang dibeli di sekitar gang Almaliyah, Jalan Komjen Pol M Jasin, Srengseng, Jakarta Selatan. Pada Selasa, 3 April 2018, nyawa April tidak terselamatkan setelah mengalami kejang-kejang hingga menghembuskan napas terakhir di rumahnya, di hadapan ibu kandungnya, Wiwin.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500