Ilustrasi kekerasan di Sekolah. Ilustrasi: Kriminologi.id

Cegah Kekerasan, Guru Wajib Hadirkan Kultur Sekolah Ramah Anak

Estimasi Baca:
Minggu, 26 Nov 2017 15:05:07 WIB

Kriminologi.id - Masih maraknya kasus kekerasan di sekolah yang dilakukan guru terhadap murid mengundang keprihatinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Salah satu Komisioner KPAI, Jasra Putra meminta guru bisa menghadirkan kultur sekolah ramah anak agar menghindari terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah.

Jasra mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memiliki peluang besar bagi guru untuk bisa melakukan inovasi teknik pengajaran bagi peserta didik zaman kini.

Baca: Guru Pukuli Siswa, KPAI: Itu Penganiayaan Berat

Hal itu bisa dilakukan agar interaksi antara guru dan murid menjadi lebih baik sehingga tidak menghalangi interaksi yang nyaman antara murid dan guru.

"Pembelajaran zaman now yang menyenangkan dengan sumber informasi yang melimpah diharapkan tidak menjadi penghalang bagi guru dan murid untuk saling berinterkasi," kata Jasra di Jakarta, Sabtu 25 November 2017.

Namun demikian, Jasra mengingatkan bahwa tantangan kemajuan teknologi tersebut juga bisa berimbas terhadap perubahan perilaku siswa dan sistem sekolah yang kadang cenderung melahirkan kekerasan terhadap anak didik baik sebagai korban maupun sebagai pelaku. Termasuk juga kekerasan yang dilakukan oleh guru dan tenaga kependidikan di sekolah.

Karena itu wajib bagi guru untuk meningkatkan profesionalitasnya agar bisa menghadirkan kultur sekolah ramah anak. Profesionalitas guru yang baik diharapkan bisa menjadi instrumen upaya deteksi dini agar kekerasan dalam satuan pendidikan tidak terulang. 

Baca: Kak Seto: Penghargaan Lebih Ampuh daripada Hukuman

Jasra mengatakan, pencetakan profesionalitas guru bisa dimulai dari lembaga perguruan tinggi yang menghasilkan sarjana calon para guru sesuai kebutuhan masa kini. Dari berbagai aspek yang ada, guru sejatinya memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan karakter diri sehingga bisa menjadi suri teladan peserta didik, masyarakat, dan bangsa. 

Infografik Kekerasan di Sekolah dalam Angka. Infografik: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Pemerintah, menurut Jasra, perlu untuk mendorong peningkatan dan pengembangan keterampilan pendidikan, wawasan keilmuan, dan berkarya ilmiah para guru. Salah satunya dengan komitmen pemerintah yang kuat dalam melakukan program pemberdayaan guru, termasuk memperhatikan soal kesejahteraanya.

Soal kekerasan terhadap anak di sekolah, KPAI telah merilis data terkini yang menunjukkan sebanyak 84 persen pelajar mengaku pernah mengalami kekerasan di sekolah.

Baca: Kak Seto: Penghargaan Lebih Ampuh daripada Hukuman

Bila dirinci lebih jauh, sebanyak 45 persen siswa laki-laki menyebut bahwa guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan di sekolah, sementara 22 persen siswa perempuan menyebut bahwa guru atau petugas sekolah sebagai pelaku kekerasan di sekolah. 

Sementara 40 persen siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami kekerasan fisik dari teman sebaya di sekolah. Kekerasan di sekolah bukan hanya dilakukan oleh guru tetapi juga sesama pelajar.

Soal data tersebut, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listiyarti mengatakan, kondisi maraknya kekerasan terhadap pelajar di sekolah tak lepas dari pemahamam sekolah soal penanganan dan pencegahan terjadinya praktek kekerasan di sekolah. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500