Ilustrasi video asulasi bocah. Foto: Unsplash.com

ECPAT: Video Porno Anak Libatkan Industri Seks dan Jaringan Pedofil

Estimasi Baca:
Minggu, 7 Jan 2018 09:05:27 WIB

Kriminologi.id - Sebuah video porno yang menampilkan hubungan intim wanita dengan bocah laki-laki di bawah umur beredar viral di dunia maya. Beredarnya video itu diduga melibatkan industri seks dan jaringan pedofil yang ingin mempromosikan hubungan seksual antara orang dewasa dan anak-anak.

"Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah sistematis membongkar jaringan ini termasuk para penikmat konsumen seks anak," kata Koordinator ECPAT Indonesia, Ahmad Sofyan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 6 Januari 2018.

Baca: Video Porno Wanita dan Bocah Ada 2 Versi, Diperankan Orang Berbeda

ECPAT merupakan singkatan dari End Child Prostitution, Child Pornography and Trafficking of Children for Sexual Purposes, sebuah lembaga yang fokus pada isu prostitusi, pornografi, dan perdagangan anak untuk tujuan seksual. 

Sofyan menambahkan, bahwa video yang bereadar tersebut dapat dikategorikan bukan saja sebagai kejahatan pornografi anak, melainkan juga sebuah kejahatan kemanusiaan yang menyerang anak-anak lain di Indonesia dan video tersebut adalah alat propaganda yang menyerang kepentingan anak-anak. 

"Terang-terangan video menganjurkan anak-anak melakukan perbuatan kejahatan kesusilaan dan lebih jauh lagi video ini juga menganjurkan orang-orang dewasa melakukan kejahatan seksual kepada anak-anak sehingga sangat mengancam masa depan anak-anak Indonesia," katanya.

Baca: Video Asusila Libatkan Anak, Ibunya Diduga Jadi Sutradara

Menurutnya, telah terjadi pergeseran modus kejahatan pornografi anak di Indonesia. Karena itu video bermuatan konten eksploitasi seksual anak yang viral tersebut menurutnya merupakan kejahatan yang menyerang secara sistemik otak anak-anak di Indonesia.

"Biasanya untuk video pornografi anak korbannya adalah sebagian besar adalah anak perempuan. Akan tetapi, pada kasus ini korbannya adalah anak-anak laki-laki. Hal ini sebagai modus baru dalam kasus-kasus pornografi anak yang melibatkan anak laki-laki," katanya.

Karena itu, kata Sofyan, ECPAT meminta Badan Siber Nasional dan Sandi Nasional yang baru dibentuk untuk segera memblokir terhadap penyebaran video itu dan sebisa mungkin memusnahkannya.

Baca: Video Asusila Libatkan Anak Ternyata Diproduksi di Bandung

Sofyan menambahkan, dari video-video yang sudah beredar di dunia maya memang hanya ada tiga anak laki-laki yang menjadi korban. Namun ECPAT menduga masih ada anak-anak lain di Indonesia yang menjadi korban pornografi anak online ini. 

Karena itu ECPAT juga meminta pihak Kementerian Sosial bertindak aktif menemukan anak-anak yang menjadi korban pornografi tersebut untuk melakukan pemulihan.

"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial harus segera menemukan anak-anak korban pornografi tersebut dan melakukan langkah-langkah pemulihan psikologis, rehabilitasi sosial, dan juga kesehatan anak-anak tersebut untuk menghindarkan kerugian yang lebih besar lagi terhadap para korban," katanya.

Selain itu, Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga diharapkan segera melakukan edukasi kepada anak-anak di Indonesia tentang bahaya mengakses konten pornografi dan langkah-langkah untuk mencegah menyaksikan konten pornografi. 

Baca: Dijerat Jual Anak, Otak Pembuat Video Porno Terancam 15 Tahun Penjara

Video porno yang menampilkan hubungan intim wanita dewasa dan anak laki-laki tersebut telah beredar secara viral di dunia maya dan membuat kehebohan di masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Polisi menyebut ada dua versi video yang diketahui dibuat di dua hotel berbeda wilayah Bandung, Jawa Barat itu. Dalam video tersebut terindikasi ada tiga anak laki-laki yang menjadi pemeran. 

Untuk mengungkap kasus ini, polisi juga telah menyita benda-benda dari dua hotel tersebut yang identik dengan tampilan di dua video porno tersebut. Rekaman kamera pengawas atau CCTV dari kedua hotel itu juga telah diperiksa, termasuk menelusuri apakah pemesan kamar hotel tersebut sama dengan pelaku yang ada di dalam video itu.

Terakhir, polisi juga telah mengidentifikasi wajah dan suara pelaku dalam video tersebut untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium forensik Polri. RZ

Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500