Ilustrasi Intelijen. Ilustrasi: Dwiangga Perwira

21 Juli, Lillehammer Affair: Jejak Kegagalan Operasi Mossad

Estimasi Baca:
Sabtu, 21 Jul 2018 08:05:02 WIB

Kriminologi.id - Agen Intelijen Israel, Mossad yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa ternyata pernah salah membunuh targetnya. Seharusnya, Mossad membunuh Ali Hassan Salameh yang memimpin kelompok militan Palestina. Akan tetapi para agen Mossad justru membunuh adik dari musisi terkenal Norwegia, Ahmed Bouchikhi.

Sebelumnya, Mossad mendapatkan informasi dari agen lapangan bernama Victor Ostrovsky yang menyebutkan  Ali Hassan sedang menyamar dan bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan yang terletak di kota Lillehammer, Norwegia. Mossad akhirnya menurunkan 15 agen untuk melakukan pengintaian dan melakukan eksekusi terhadap Ali.

Saat di lapangan, agen Mossad mencocokkan foto Ali Hassan dengan Ahmed Bouchikhi dan memang keduanya memiliki kemiripan. Untuk memastikan targetnya, agen Mossad juga mengikuti Bouchikhi ke pemandian umum dan melihatnya berbicara dengan seorang kurir Palestina. Walaupun pertemuan tersebut hanya sebuah kebetulan namun, pihak Mossad membenarkan identitas Bouchiki sebagai Ali Hassan.

Selain itu, Bouchiki juga sempat mengobrol dengan seseorang temannya menggunakan bahasa Perancis. Ali Hassan juga diketahui menguasai beberapa bahasa asing sehingga menguatkan keyakinan agen Mossad bahwa Bouchiki adalah Ali Hassan.

Eksekusi dilakukan pada 21 Juli 1973 saat Bouchiki dan istrinya sedang berjalan kaki ke rumahnya usai menonton film. Mobil yang ditumpangi empat agen Mossad tiba-tiba mengadang perjalanan mereka, dua orang agen turun dan segera menembak Bouchikhi sebanyak 13 tembakan dengan senjata api kaliber 22. Setelah itu, para agen Mossad tersebut segera pergi.

Lillehammer merupakan kota kecil yang jarang sekali terjadi kejahatan. Pembunuhan Bouchiki merupakan kasus yang pertama setelah 36 tahun tidak pernah terjadi di daerah tersebut. Berita tewasnya Bouchikhi menjadi headline surat kabar lokal keesokan harinya. Inilah kemudian yang menyadarkan Mossad mereka telah salah membunuh target.

Pihak Norwegia segera melakukan tindakan cepat memburu para agen Mossad dan berhasil menangkap enam orang. Keenamnya kemudian disidang dan dijatuhi hukuman penjara karena terlibat dalam pembunuhan. Kegagalan operasi yang dipimpin Michael Harari ini mempermalukan Mossad di dunia Internasional. Peristiwa pembunuhan ini masuk dalam sejarah gagalnya Mossad dan dikenal dengan peristiwa Lillehammer Affair.

KOMENTAR
500/500