Ilustrasi teroris bersenjata, Foto: Ist/Kriminologi.id

Kata Kapolres AKBP Sonny, 8 TPS di Kota Madiun Tergolong Rawan

Estimasi Baca:
Jumat, 12 Jan 2018 10:05:38 WIB

Kriminologi.id - Delapan tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun yang akan digunakan untuk Pilkada pada 27 Juni 2018 dalam kategori rawan. 

Adapun jumlah TPS yang ada di Madiun sebanyak 310, kata Kapolres Madiun AKBP Sonny pada Jumat, 12 Januari 2018. 

"Delapan TPS tersebut tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kota Madiun," ujarnya.

Baca: Kalimantan Utara Rawan Tempat Persembunyian Jaringan Teroris Filipina

Namun, pihaknya masih enggan menyebut delapan TPS yang dimaksud. Delapan TPS itu memiliki tingkat kerawanan berbeda, sehingga pengamanan lebih akan diberlakukan pada TPS yang tergolong rawan tersebut.

Pihaknya menyebut terdapat sejumlah alasan TPS masuk dalam kategori rawan, di antaranya karena tingkat gangguan kriminalitas, intimidasi, hingga gangguan perjalanan distribusi logistik.

Nantinya akan terdapat dua pola pengamanan yang diterapkan dalam pengamanan TPS, yakni, pengamanan untuk TPS kategori aman dan rawan.

Baca: Berbatasan dengan Malaysia, Nunukan Rawan Radikalisme

Pihaknya akan menerjunkan lebih banyak personel untuk pengamanan TPS tergolong rawan tersebut. Selain itu, pengamanan juga dimulai lebih awal dibanding TPS lain.

"Prinsipnya pengamanan semua TPS sama. Tetapi memang ada beberapa yang menurut kami perlu perhatian lebih," kata Sonny.

Ia menambahkan, Polres Madiun Kota telah menyiagakan 1.300 personel gabungan guna mengamankan tahapan Pilkada Kota Madiun dan Jawa Timur yang saat ini sudah mulai berlangsung.

"Sebanyak 1.300 personel tersebut merupakan gabungan dari anggota Polri, Brimob Madiun, TNI, Pemkot Madiun, dan Linmas Kota Madiun," kata Kapolres.

Baca: Satgas Money Politics Dibentuk, 6 Bentuk Kecurangan Ini Jadi Perhatian

Seribuan personel tersebut akan mengamankan semua proses dan tahapan Pilkada Kota Madiun dan Jawa Timur 2018 yang saat ini sudah memasuki tahapan pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon.

Pengamanan akan dilakukan pada setiap tahapan, seperti pencalonan, penetapan calon dan nomor urut, pendistribusian logistik pilkada, kampanye, pengamanan TPS, pengamanan saat pengambilan suara, perhitungan suara, hingga penetapan pemenang pilkada.

"Semua tahapan pilkada kami amankan. Namun dari sejumlah tahapan tersebut, ada beberapa yang menjadi atensi. Di antaranya saat kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, dan penetapan pemenang karena rawan konflik," tambahnya.

Pihaknya meminta warga Kota Madiun ikut berpartisipasi menjaga kondusifitas lingkungan sehingga semua tahapan pilkada setempat berjalan lancar dan aman. Jika melihat hal-hal yang dapat memicu konflik, warga diminta segera melaporkan ke polisi atau petugas linmas yang ada di tiap kelurahan. SM

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500