Prostitusi Terselubung di Kaltim Kembali Marak

Estimasi Baca :

Ilustrasi: Prostitusi Foto: Pixabay - Kriminologi.id
Ilustrasi: Prostitusi Foto: Pixabay

Kriminologi.id - Praktik prostitusi terselubung dalam bentuk warung remang-remang di Kelurahan Pamaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, semakin marak.

Maraknya praktik tersebut diduga sebagai imbas ditutupnya lokalisasi Lembah Harapan kilometer 17 dan Manggar Sari Kota Balikpapan.

Sejumlah masyarakat yang ditemui di Penajam, Kamis, 26 Oktober 2017, mengaku resah dengan praktik prostitusi di warung remang-remang itu dan meminta instansi terkait segera melakukan penertiban.

Menurut informasi, para pekerja seks komersial awalnya hanya berjumlah tiga orang dan bertambah menjadi 10 orang. Mereka diduga berasal dari eks lokalisasi Lembah Harapan kilometer 17 dan Manggar Sari Kota Balikpapan.

BACA: Dijanjikan Gaji Rp 5 Juta, 7 Anak Terseret Prostitusi

Dari penelusuran wartawan, warung remang-remang yang mayoritas pelayanannya wanita itu menyediakan menu minuman kopi dan makanan ringan.

Selain menjadi pelayan, sebagian besar pekerja warung yang berasal dari luar daerah tersebut. Mereka terkadang menemani dan malayani pengunjung dengan tarif Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

"Kalau pengunjung datangnya jam 12 malam tarifnya Rp 600, karena saya yang bayar sewa kamarnya. Kalau lagi ramai, saya bisa dapatkan Rp 5 juta dalam sebulan," ujar salah satu pelayan warung yang mengaku bernama Santi.

Warung remang-remang yang menyediakan menu minuman kopi dan makanan ringan tersebut merupakan bangunan kayu tidak permanen, serta diduga tidak memiliki Izin Mendirikan (IMB) dan Izin Gangguan atau IG.

BACA: Bongkar Prostitusi Online, Polisi Aceh Tangkap 6 Pelacur

Kasi Operasional Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Penajam Paser Utara Muhtar, saat dihubungi terpisah menyatakan, sudah melakukan penyelidikan warung remang-remang yang diduga dijadikan sebagai tempat prostitusi terselubung tersebut.

"Kami telah mengajukan anggaran operasional, dan dalam waktu dekat kami lakukan penertiban sejumlah warung remang-remang yang dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung itu," jelasnya.

Selain itu petugas penegak peraturan daerah Kabupaten Penajam Paser Utara akan menertibkan sebuah tempat yang juga diduga menyediakan pekerja seks komersial dan minuman keras atau miras di Silkar, Kecamatan Penajam.

BACA: Ringkus 4 Germo, Polisi Sita 8 Bungkus Kondom

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menutup secara serentak lokalisasi pada 1 Juni 2017. Pihak pemprov juga melakukan sejumlah strategi penutupan agar tidak terjadi perpindahan para pekerja seks komersial. 

Bersama Kementerian Sosial penutupan dilakukan di seluruh lokalisasi dan tempat prostitusi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di daerah setempat.

Akan tetapi, kebijakan penutupan tersebut belum berjalan maksimal, karena disinyalir masih ada sebagian lokalisasi dan lokasi prostitusi yang beroperasi dengan cara sembunyi-sembunyi.

Baca Selengkapnya

Home Sudut Pandang Intelijen Prostitusi Terselubung di Kaltim Kembali Marak

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu