Ilustrasi Foto: pixabay

Salah Sasaran, Sejumlah Rumah Makan di Dumai Pakai Elpiji 3 Kg

Estimasi Baca:
Senin, 30 Okt 2017 17:27:20 WIB

Kriminologi.id - Sejumlah usaha rumah makan dan warung kopi di Dumai, Provinsi Riau, didapati memakai gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram dalam jumlah banyak. Pelanggaran itu ditemukan petugas gabungan Pemerintah Kota Dumai dan DPRD saat menggelar inspeksi mendadak, Senin, 30 Oktober 2017.

Inspeksi mendadak tim gabungan Dinas Perdagangan, Pertamina, Hiswana Migas dan DPRD ini untuk mengecek pemakaian elpiji diduga tidak untuk masyarakat, melainkan pengusaha makanan nonmikro.

"Pemilik usaha diingatkan tidak memakai elpiji tiga kilo karena gas ini untuk kebutuhan masyarakat dan usaha ekonomi non mikro," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Dumai Hermanto.

BACA: Oplos Gas Elpiji, Dua Pria Didenda Rp 2 Miliar

Pemakaian elpiji dalam jumlah besar ini awalnya ditemukan di salah satu warung soto Jalan Jenderal Sudirman sebanyak delapan tabung, dan belasan tabung di kedai kopi Jalan Hasanuddin. Pihak pengelola beralasan menggunakan gas elpiji bersubsidi itu karena sudah dipakai sejak awal menjalankan usaha hingga kini.

Selain itu, di sebuah rumah makan di Jalan Hasanuddin ditemukan pemakaian 21 tabung gas ukuran tiga kilogram dan ini dinilai menjadi penyebab kelangkaan elpiji tabung melon tersebut.

"Mereka termasuk usaha non mikro dan harusnya bisa beralih ke gas elpiji 12 atau 5,5 kilogram," sebutnya.

Sementara, Anggota DPRD Dumai Petria mengungkapkan kekecewaan karena tidak seharusnya pengusaha menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk masyarakat tersebut.

"Elpiji itu harusnya untuk masyarakat bukan tempat usaha," katanya.

BACA: Selundupkan 215 Tabung Gas Elpiji, Seorang Pria Dicokok Polisi

Kepolisian Resort Dumai AKBP Restika Pardamean Nainggolan menyatakan akan segera membentuk tim untuk menyelidiki permasalahan ini. Restika mengatakan, LPG 3 Kg adalah barang bersubsidi dan harus diawasi dari hulu sampai ke hilirnya, karena itu akan dibentuk tim dari kepolisian.

Penyelidikan ini akan dimulai dari stasiun pengisian bahan bakar elpiji, agen hingga ke pangkalan, dan akan melihat apakah semua pihak sudah melakukan tugas dalam pendistribusian.

"Diharapkan tim dapat mencarikan solusi sehingga gas bersubsidi ini tepat sasaran kepada warga berhak memakainya," katanya.

KOMENTAR
500/500