Pastor asal AS Andrew Brunson yang ditahan Turki. Foto: Anadolu Agency

Tuduhan Spionase, Turki Kecam Ancaman AS Soal Penahanan Pastor

Estimasi Baca:
Jumat, 27 Jul 2018 10:25:57 WIB

Kriminologi.id - Penahanan yang dilakukan otoritas Turki terhadap Pastor Andrew Brunson karena dituduh sebagai mata-mata berbuntut panjang. Turki mengecam ancaman Amerika Serikat yang akan menjatuhkan sanksi jika Brunson tidak dibebaskan.

Brunson didakwa atas tuduhan mata-mata untuk PKK, yang dianggap sebagai kelompok teror dan Organisasi Teroris Fetullah (FETO). Kelompok tersebut dituduh Turki menjadi dalang kudeta yang berhasil digagalkan pada Juli 2016.

Dalam akun Twitter, Trump mencuit "Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi besar kepada Turki karena menahan Pastor Andrew Brunson dalam waktu lama."

Selain itu, Wakil Presiden Mike Pence juga mengancam lewat Twitter untuk mengenakan "sanksi besar kepada Turki sampai pria tak bersalah ini bebas."

Sementara pihak Turki menanggapi ancaman itu sebagai bentuk dikte terhadap hukum yang berlaku di Turki. "Tidak ada yang boleh mendikte Turki. Kami tidak akan menoleransi ancaman dari siapapun. Hukum berlaku sama untuk semua orang; tidak ada perkecualian," cuit Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dilansir dari Anadolu, Jumat, 27 Juli 2018, mengatakan, "Turki adalah negara berdaulat dengan tradisi demokrasi yang mengakar dan tatanan politik yang menjunjung tinggi supremasi hukum.”

"Tidak ada yang boleh memerintah Turki dan mengancam negara kami. Retorika ancaman melawan Turki tidak bisa diterima."

Menurut Aksoy Turki telah menunjukkan keingin politis dan melakukan bagiannya untuk meningkatkan hubungan dengan AS.

"Tapi tidak mungkin kami menerima pesan ancaman Pemerintahan AS, yang merendahkan aliansi dan hubungan pertemanan kami," imbuh dia.

Aksoy meminta AS "untuk meninggalkan retorika salah ini dan kembali melakukan dialog membangun yang selama ini telah kita lakukan.”

"Terkait dengan kasus Brunson, informasi yang dibutuhkan telah kami sampaikan kepada rekan-rekan kami di AS dalam berbagai kesempatan dan kami telah dengan jelas mengatakan bahwa masalah ini berada di ranah kompetensi peradilan Turki yang independen."

Brunson didakwa dengan tuduhan mata-mata organisasi pimpinan Fetullah Gulen yang berusaha melakukan kudeta di Turki pada 2016 namun gagal. 

Brunson ditahan di Provinsi Aegean, Izmir, pada Desember 2016 dan dipundahkan menjadi tahanan rumah pada Rabu, 25 Juli 2018. AS

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500