Komisioner KPAI Rita Pranawati (01/03/2018). Foto: Ist/Kriminologi.id

Adegan Video Porno Rentan Dipraktikan Anak 9 Tahun, kata KPAI

Estimasi Baca:
Kamis, 1 Mar 2018 15:45:47 WIB

Kriminologi.id - Adegan seks di dalam video porno yang ditonton anak usia 9 tahun ke bawah rentan dipraktikan kepada sesama temannya. Tindakan seks yang dilakukan anak di bawah umur ini murni karena meniru adegan yang dilihatnya pada rekaman video porno, kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati. 

"Mereka belum punya konsep itu tindakan seksual, hanya meniru," ujar Rita kepada Kriminologi, Kamis, 1 Maret 2018.

Rita menjelaskan perilaku pemerkosaan yang dilakukan anak di bawah usia 9 tahun itu merupakan dampak seringnya menonton atau melihat adegan seks di lingkungan sekitarnya. Paparan tindakan seks ini yang memicu anak di bawah umur mempraktikan kepada temannya seolah adegan itu hal biasa. 

"Anak di bawah 9 tahun itu nggak mungkin dia tiba-tiba melakukan (tindak seks)," ujarnya. 

Baca: 6 Bocah SD Pemerkosa Temannya di Rumpin Kerap Disuguhi Video Porno

Rita menjelaskan secara psikologis anak di bawah usia 9 tahun itu belum cukup umur atau akil balig. Berbeda dengan anak 9 tahun ke atas yang telah balig dan hormon reproduksinya telah tumbuh. Sehingga jika terpapar adegan seksual sudah terangsang. 

Lebih lanjut, Rita menceritakan pengalaman mendampingi kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang mempraktikan perbuatan tak senonoh kepada temannya. Ia menjelaskan satu kasus unik yang terjadi pada anak di bawah umur melakukan tindakan seks karena tayangan yang ditontonnya melalui telepon seluler. 

Anak di bawah umur itu dibekali ponsel oleh orang tuanya. Ponsel yang diberikan kepada anaknya itu merupakan ponsel second (bekas pakai) yang dibeli di konter. Tanpa sepengetahuan orang tua, ternyata di dalam ponsel itu terdapat video porno yang sering ditonton anak bersama teman sekolahnya. 

"Karena sering nonton video porno di ponselnya, akhirnya dipraktikan si anak dengan teman-temannya," ujarnya.

Baca:  Pemerkosaan Bocah 7 Tahun oleh 6 Temannya Gemparkan Warga Rumpin

Pada kasus lain, kata Ratna, saat dirinya mendampingi kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang pelakunya tinggal di sekitar lokalisasi prostitusi. Karena sering melihat aktivitas seks sehingga si anak meniru apa yang telah disaksikannya itu. 

"Karena sering tinggal di lokalisasi dia melihat langsung (live) orang yang melakukan hubungan seks sehingga ditiru," ujarnya. 

Seperti diketahui kasus pemerkosaan yang menimpa bocah berusia 7 tahun berinisial E oleh enam temannya di Kampung Cikadu, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Pemerkosaan itu menurut warga dilatari karena enam anak berusia enam tahun ini kerap menonton adegan video porno melalui telepon seluler. Adapun yang menyuguhkan video porno ke anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu adalah seorang pemuda bernama Yarmani (23). 

Redaktur: Syahrul Munir
KOMENTAR
500/500